Salah satu duta Kecamatan dalam Lomba Cipta Menu Kudapan Non Beras.
sewa motor matic murah dibali
SINGARAJA, balipuspanews.com — Serangkaian acara Twin Lake Festival, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian kembali menggelar lomba cipta menu kudapan non beras bertempat di Wantilan serba guna Danau Buyan, Desa Pakraman Pancasari, Kecamatan Sukasada, Jumat (5/7).
Lomba cipta menu kudapan non beras ini digelar untuk mewujudkan diversifikasi pangan yaitu program yang dimaksudkan agar masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja dan terdorong juga untuk mengkonsumsi bahan pangan lainnya sebagai pengganti makanan pokok serta menepis anggapan masyarakat bahwa nasi merupakan makanan pokok satu-satunya.
Lomba ini diikuti 8 Kecamatan yang diwakili Kelompok Wanita Tani (KWT) yg beranggotakan 3 orang dari masing-masing Kecamatan. Kriteria penilaian lomba meliputi kreatifitas menu, kombinasi dan keserasian tampilan, kerapian serta jenis bahan yang digunakan.
Made Sutraheni yg merupakan salah satu peserta lomba menjelaskan ia dan anggotanya memanfaatkan bahan-bahan non beras yang mudah ditemui untuk dijadikan kudapan diantaranya ia menampilkan nasi “tridatu” yang terbuat dari ubi ungu, jagung dan singkong. Adapun kesulitan yang dihadapi dalam mengolah makanan non beras antara lain dalam hal tekstur makanan karena tekstur nasi lebih pulen dibandingkan bahan non beras seperti ubi dan jagung.
“Kendalanya pada saat menata makanan seperti membuat tumpeng dari bahan non beras karena teksturnya berbeda dengan nasi yang mudah merekat,” singkat Sutraheni.
Sementara, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng I Gede Subudi, SP yang juga panitia lomba menerangkan lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dalam hal pengolahan makanan dari bahan selain beras dan juga memanfaatkan pangan lokal yg dimiliki Kabupaten Buleleng mengingat kebutuhan akan beras semakin meningkat.
“Kebutuhan beras semakin tinggi oleh karna itu kita harus memanfaatkan bahan pangan non beras untuk dijadikan pengganti makanan pokok,” ujarnya.
Imbuh Subudi, melalui lomba ini dapat mengembangkan bahan pangan lokal yang berpotensi seperti ubi, kedelai, jagung, singkong, dan bahan non beras lainnya untuk menjadi hidangan yang enak dan bergizi tinggi dan berharap kedepannya semakin banyak bahan pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi makanan pengganti nasi.
“Kita berharap nantinya akan ada menu-menu baru yang dapat dibuat dari bahan pangan lokal non beras ini,” pungkasnya.