Delapan Gepeng Kena Razia, Petugas Sebut Semuanya Muka Lama

Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng saat melaksanakan razia terhadap pada gepeng
Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng saat melaksanakan razia terhadap pada gepeng

BULELENG, balipuspanews.com – Persoalan Gepeng atau gelandangan di Buleleng masih saja ditemukan. Pengaduan dari masyarakat tentang adanya gepeng yang masih berkeliaran terus ditangani oleh Petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng. Seperti yang dilakukan pada kamis (19/11/2020) dibeberapa titik wilayah Kabupaten Buleleng. Sejumlah gepeng yang merupakan wajah lama kembali terkena razia, namun satu diantaranya memang warga Buleleng.

Dari informasi yang berhasil dihimpun balipuspanews.com delapan gelandangan itu terjaring satu orang di Jalan A.Yani, Kelurahan Banyuasri, sedangkan tujuh orang lainnya terjaring di sekitaran wilayah Seririt. Bahkan kuat dugaan ketujuhnya kerap beroperasi di seputaran Singaraja, Lovina dan Seririt.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Buleleng Putu Sukayadnya menyampaikan razia gabungan ini mampu mengamankan satu orang di wilayah Banyuasri yaitu satu orang dewasa dan tujuh orang di wilayah Kota, dan di Seririt empat perempuan dewasa satu perempuan masih anak-anak, dua laki-laki dewasa.

“Gepeng ini merupakan wajah lama yang telah berulang kali terjaring razia. Seluruh gepeng berasal dari Kabupaten Karangasem,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra menyebutkan langkah berikutnya Ia akan memberikan tindakan pembinaan terhadap gepeng yang terjaring razia. Setelah didata, gepeng tersebut akan dipulangkan ke wilayah asalnya. Nantinya pihaknya bahkan akan langsung menyerahkan langsung ke desa asalnya, sehingga pembinaan juga dilakukan oleh kepala desa bersangkutan.

“Secara manusiawi, kami layani secara maksimal gepeng ini agar mereka tergugah. Kebetulan para gepeng ini berasal dari satu desa,”sebutnya, Jumat (20/11/2020).

Dari pendataan yang dilakukan ulang sebanyak tujuh gepeng ternyata berasal dari Dusun Munti Gunung, Desa Tiyanyar, Kabupaten Karangasem dan satu Orang dari Desa Sangsit yang saat ini sedang diberikan pembinaan oleh Dinas Sosial Buleleng, yang selanjutnya dilakukan pemulangan.

“Kami lakukan pembinaan terhadap gepeng yang terjaring operasi gabungan Satpol PP bersama Dinsos Buleleng dan akan memulangkan ke daerah asal yakni di Dusun Munti Gunung, Desa Tiyanyar, Kabupaten Karangasem,” tegasnya.

Bahkan Ia menambahkan jika Dinsos Buleleng akan berkoordinasi dengan Dinsos Karangasem sehingga masalah serupa tak kembali muncul kedepannya.

“Mungkin sementara kami lakukan pendekatan secara persuasif terlebih dahulu antar instansi, ke desa asal maupun ke gepeng itu sendiri,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan