Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBulelengDelapan Nama Mendaftar di PDI-P Buleleng, Satu Diantaranya Ada Eks Ketua DPC

Delapan Nama Mendaftar di PDI-P Buleleng, Satu Diantaranya Ada Eks Ketua DPC

BULELENG, balipuspanews.com – Rekrutmen bakal calon kepala daerah di Pilkada 2024 di PDI-Perjuangan resmi ditutup per 10 Mei 2024 lalu. Ada delapan nama baik dari internal atau eksternal partai moncong putih yang akhirnya telah disetor berkasnya ke DPD PDI-Perjuangan Provinsi Bali untuk dikaji dan diserahkan ke DPP di Jakarta.

Dari delapan nama yang mendaftar nyatanya pada hari terakhir ada satu nama merupakan mantan kader PDI-Perjuangan melakukan pendaftaran. Sosok itu adalah Dewa Nyoman Sukrawan yang sebelumnya telah mendaftar di sebagai bakal calon (balon) Bupati via Partai Nasdem dan Hanura.

Sementara untuk tujuh nama lainnya yang resmi daftar melalui PDI-Perjuangan yakni Nyoman Sutjidra, Nyoman Arya Astawa, Ketut Putra Sedana, Ketut Rochineng, Gede Supriatna, Ketut Ngurah Arya, dan Wayan Masdana.

Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna menyampaikan PDI-Perjuangan melalui surat yang sudah diturunkan dari DPP di Jakarta secara resmi memberikan kesempatan baik dari intern ataupun eksternal yang mau daftar sebagai bakal calon dan wakil Bupati yang sudah ditutup per Jumat lalu. Hasilnya ada sebanyak delapan nama yang sudah mengembalikan berkas dan siap dibawa ke DPD untuk dikaji lebih lanjut.

BACA :  Majukan Potensi Wisata Daerah, BULD DPD RI Bahas Regulasi Kebijakan Pariwisata

“Sesuai surat dari DPP, Kami sifatnya terbuka menerima pendaftaran. Kalau pun kemarin adat sembilan nama dari internal yang diusulkan dan sekarang tidak mendaftar maka yang bersangkutan tidak ingin menindaklanjuti apa yang menjadi usulan dan kami tetap serahkan ke mereka masing-masing,” tegas dia.

Kemudian menyikapi pendaftaran dari Dewa Nyoman Sukrawan (Eks Ketua DPC PDI-Perjuangan) yang sebelumnya juga daftar ke Nasdem dan Hanura, Supriatna mengaku tidak turut campur dengan urusan tersebut sebab semua itu diperkirakannya sebagai strategi. Bahkan ditegaskan jika partai tidak ada melarang orang yang sudah mendaftar di tempat lain lalu mendaftar ke PDI-Perjuangan. Sebab itu nantinya akan diputuskan melalui melalui kongres yang akan diselenggarakan partai berlogo banteng ini.

“Apakah disetujui atau tidak seorang (Sukrawan) yang dulunya dipecat dari keanggotaan partai karena mencalonkan Bupati di tahun 2017. Kita akan serahkan ke DPD untuk di kaji lalu dibawa ke DPP,” imbuhnya.

Sementara Sukrawan menegaskan dirinya memilih mendaftarkan diri lewat beberapa partai politik lantaran mereka membuka peluang dan membuka pintu pendaftaran bagi kader maupun non kader. Selain itu semua langkahnya diklaim sebagai upaya menunjukkan jika dirinya tidak main-main untuk maju di Pilkada 2024 nanti. Bahkan upaya itu sebagai jalan komunikasi politik pendekatan awal dan meminta dukungan dan mengusungnya maju sebagai Calon Bupati Buleleng.

BACA :  Ketua DPRD Badung Sebut Stok Gas Elpiji 3 Kilogram Aman di Badung

“Kalau sudah mendaftar kan tidak ada kata main-main, kalau main-main itu di luar. Kalau orang sudah daftar, itu cirinya orang serius. Semua masih cair, karena semua rekomendasi turunnya dari DPP, yang penting kita berikhtiar di sini,” kata dia.

Dirinya juga mengatakan dengan masuknya ke beberapa partai bukanlah strategi tapi sebuah hal biasa di politik sehingga dengan adanya parpol yang membuka pintu untuk para kader dan non. Semua, kata Sukrawan adalah hak seluruh masyarakat jadi Ia pun mengira bukan sebuah permasalahan.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular