Demer Sebut Hasil Survei Menjadi Alasan Rekomendasi Golkar untuk Giriasa

Golkar bersama Giriprasta dalam Pilkada Badung. Nampak Giri Prasta sedang memperlihatkan rekomendasi ( istimewa)
Golkar bersama Giriprasta dalam Pilkada Badung. Nampak Giri Prasta sedang memperlihatkan rekomendasi ( istimewa)

BADUNG, balipuspanews.com – Ketua Bapilu Partai Golkar Gde Sumarjaya Linggih buka suara terkait rekomendasi Partai Beringin kepada incumbent Giri Prasta – Suiasa atau Giriasa jilid II.

Kepada balipuspanews.com, Minggu (30/8/2020) malam, politikus yang akrab dipanggil Demer itu mengatakan, pertimbangan rekomendasi Golkar kepada petahana dengan memperhatikan slogan dari partai pimpinan Airlangga Hartato itu yaitu “ Suara Golkar, Suara Rakyat”. Untuk mengetahui suara rakyat tersebut, Golkar melakukan dengan mekanisme metode ilmiah berupa survei.

“ Kita dukung Giriasa oleh karena survei pak Giriasa bagus, jadi Golkar mengarah ke Giriasa” jelasnya dengan nada pelan.

Alasan lainnya, lanjut politisi senior ini,
dalam berpolitik arahnya pada kekuasan. Nah ketika sudah berkuasa nantinya akan mampu melakukan kebijakan-kebijakan untuk memperjuangkan aspirasi masysarkat lebih mudah.

Oleh karena itu, prinsip partai Gokar mendengarkan suara rakyat, kalau di dengarkan suara rakyat berarti kemenangan yang sangat memungkinkan dan lebih maksimum memperjuangkan daripada aspirasi yang berkembang di kader.

Terkait hasil survei Diatmika- Muntra jauh dibawah petahana, Demer enggan menjelaskan prosentase perbandingan Giriasa dengan Diatmika-Muntra. Secara umum hasil survei jauh dibawah Giriasa.

“ Rumor, saya ga ada retak, saya ingin, target 60 persen di Bali, berusaha memenuhi itu, memenangkan beberapa di 6 daerah, kita bisa menang Pilpres dan Pileg,” ujar Demer yang juga anggota DPR RI itu.

Menurutnya, kalau hasil jauh dibawah dan dipaksakan, memaksaksakan kehendak namanya, kasihan calonnya, kasian kadernya babak belur.

Dengan merapatnya Golkar ke Giriasa kemungkinan besar Giriasa melawan kotak kosong, Demer tak menampiknya, melawan kotak kosong? sah-sah saja, demokrasi tidak gagal.

“ Demokrasi bukan harus berperang, ada musyawarah mufakat, kita menganut Pancasila,” sambungnya.

Ditempat terpisah bakal calon Partai
Golkar Badung dan koalisi KRBB I Wayan Muntra ketika dikonfirmasi mengatakan kecewa dengan jatuhnya rekomendasi bukan pada dirinya.

Sebagai tokoh Golkar dan bakal calon keputusan ini merupakan hal yang lucu dan aneh.

Semestinya, rekomendasi jatuh pada dirinya, ia mempertanyakan di partai Golkar ada apa. Kalau memang proses pencalonan tidak melalui mekanisme dan ditentukan oleh elit partai kenapa harus melalui mekanisme dari bawah.

Pihaknya mempertanyakan rekomendasi yang turun itu dasarnya seperti apa dan proses mekanismenya bagaimana, pasalnya ada juklak partai Golkar bahwa proses pencalonan, baik bakal calon bupati/wakil bupati atau Walikota, prosesnya mulai dari bawah.

Muntra sendiri melalui mekanisme tersebut dari bawah dan mendapat kesepakatan baik dari DPD Golkar maupun partai Koalisi KRBB.

Yang dipertanyakan sekarang Golkar sebagai pengusung atau sebagai apa. Masalahnya, ia mengetahui pernah ada peristiwa atau hal yang sama sebelumnya

Sebagai kader dan pengurus partai Golkar Bali ia bingung harus mengadu kepada siapa.

“ Saya bertanya kepada siapa, kepada rumput bergoyang?” ucapnya.

Awalnya, Muntra sendiri memiliki keyakinan dan pertimbangan bahwa rekomendasi bakal turun kepada dirinya dan pasangannya Diatmika, karena sudah pernah ketemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto langsung di Bali beberapa hari lalu. Ia menganggap itu sebagai sinyal, namun keputusannya berbeda.

“ Kami sangat kecewa,” pungkas Muntra mengakhiri.

PENULIS : Nengah Budiarta

EDITOR : Oka