Ida Ayu Agung Ratningsih (56)
Ida Ayu Agung Ratningsih (56)

GIANYAR, balipuspanews.com – Ida Ayu Agung Ratningsih (56), yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengaku telah 14 tahun menjalani Hemodialisis (cuci darah) di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gianyar.

Ia mengaku sangat beruntung mempunyai JKN-KIS sebagai penanggung biaya pengobatannya selama ini. Sebelum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, ia harus menanggung biaya cuci darahnya secara rutin hingga membuat kondisi ekonominya terganggu.

“Dengan sistem baru berupa Finger Print ini, kini saya tidak perlu antri lagi untuk melakukan cuci darah rutin, sudah 14 tahun saya menjalaninya dan sekarang sistemnya semakin baik dan semakin pasti” kata Ida Ayu Agung Ratningsih

Pihaknya merasa terbantu dengan hadirnya Program JKN-KIS ini.

“Saya sekeluarga sangat merasa terbantu dengan hadirnya program JKN-KIS untuk meringankan biaya cuci darah yang harus saya jalani 2 kali seminggu selama 14 tahun, sebelum ada JKN-KIS saya kesulitan membiayai pengobatan yang saya jalani hingga menjual semua harta benda mulai dari mobil hingga tanah,” ungkap Dayu.

Ketika Tim Jamkesnews meminta Ibu yang beralamat di Jalan Kalantaka Gianyar ini untuk berbagi kisahnya kepada masyarakat tentang pengalamannya menggunakan JKN-KIS, ia pun menyanggupi tanpa rasa keberatan meskipun ditemui langsung sehabis melakukan cuci darah.

Selama menggunakan JKN-KIS banyak kemudahan yang ia rasakan, permasalah biaya pengobatan menurutnya sudah pasti semuanya ditanggung tanpa mengeluarkan biaya tambahan, sementara prosedur pelayanannya pun menurutnya juga sangat mudah, apalagi dengan adanya sistem Finger Print khusus untuk pasien Hemodialisis.

“Sejak ada sistem Finger Print saya merasakan pelayanannya semakin mudah mulai dari pendaftaran untuk jadwal cuci darah yang dulunya saya harus ikut mengantri sekarang tidak lagi, semuanya menjadi lebih cepat dan lebih pasti, selain itu juga, saya tidak perlu mencari rujukan lagi ke FKTP dan tinggal langsung ke rumah sakit langsung dilayani tanpa perlu berbelit-belit,” lanjut Dayu.

Apa yang diceritakan oleh dayu memang benar adanya, BPJS Kesehatan memang telah menerapkan sistem Finger Print. Lantas apa itu sistem Finger Print? Finger Print ini adalah suatu terobosan dari BPJS Kesehatan untuk memberi kemudahan kepada peserta JKN-KIS melalui perekaman atau pendaftaran sidik jari dari peserta pada rumah sakit yang melayani Hemodialisis.

Finger Print ini diharapkan akan dapat memangkas prosedur administrasi peserta yang mengalami gagal ginjal kronis dan memerlukan tindakan cuci darah seperti apa yang telah dirasakan oleh Dayu.

Lebih jauh sistem Finger Print ini akan berdampak kepada keabsahan atau eligibilitas peserta yang nantinya mengakses pelayanan cuci darah tersebut. Eligibilitas sangat penting dipastikan untuk mencegah penyalahgunaan hak jaminan kesehatan oleh orang lain yang tidak berhak melalui dukungan otentifikasi menggunakan fitur sidik jari. (DD/rls/bpn/tim)