Denpasar Gelar Pelatihan Tenun sebagai Pelestarian Warisan Budaya

- Advertisement -
- Advertisement -

Denpasar, balipuspanews.com – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar menggelar pelatihan tenun di Workshop Tenun Patra I Gusti Made Arsawan, Jl Trenggana Penatih, Senin (3/7).

Tenun ikat sebagai warisan budaya nusantara dengan keberadaannya terus dikembangkan dan dilestarikan di seluruh Indonesia. Begitu juga di Kota Denpasar, di mana keberadaannya menjadi potensi dalam mengembangkan kain tradisional endek dengan berbagai kreativitas dan inovasi yang tak terlepas dari tuntutan pasar yang terus berkembang pesat.

Kali ini, pelaksanaan pelatihan dibuka Ny IA Selly Dharmawijaya Mantra didampingi Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar I Wayan Gatra, yang melibatkan 15 orang peserta yang berasal dari kalangan perajin serta para siswa SMK N 4 Denpasar.

Ny Selly dalam kesempatan ini, menyambut baik pelatihan dan berharap ada alih generasi penenun. Hal ini juga tak terlepas dari perkembangan fashion yang sangat pesat dengan pengaruh permintaan kain tenun ikat semakin tinggi. Sehingga dari alih generasi ini dapat memenuhi produksi kain tenun ikat endek itu sendiri.

BACA :  Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan, Digantikan Suahasil Nazara

“Sumber Daya Manusia (SDM) dalam alih generasi menjadi kendala pemenuhan produksi kain endek,” ujar Ny Selly.

Melalui pelatihan ini, bertujuan memperkenalkan proses pembuatan tenun ikat endek kepada generasi muda, serta memebrikan fasilitas kepada para penenun, yang nantinya program ini mampu menjadi langkah dalam mempertahankan dan melahirkan SDM penenun di Kota Denpasar.

Sementara I Gusti Made Arsawan mengatakan, pelaksanaan pelatihan ini menjadi peran penting dalam mempertahankan produksi tenun ikat endek. Fasilitas ini telah diakukan Pemkot Denpasar kepada siswa sekolah, untuk mengetahui dari proses persiapan peralatan menenun, dan tehnik menenun.

Arsawan menyatakan, dalam pelatihan ini akan mengajar dari dasar persiapan menenun, hingga merangkai benang menjadi sebuah motif tenun ikat endek yang memiliki nilai filosofi.

Melalui pelatihan ini nantinya masyarakat dan pelajar akan mengetahui, bagaimana kain tenun ikat endek ini dibuat yang menjadi sebuah produk budaya.

Dalam menyelesaikan satu buah kain tenun ikat patra yang dihasilkan diworkshopnya dari persiapan membutuhkan waktu satu minggu. Terkait dengan harga satu kain tenun ikat endek dari harga 2-3 juta yang tak terlepas dari nilai motif tenun ikat endek tersebut.

BACA :  Mengakar Budaya, Menjangkau Dunia: Cara SMAN 1 Sukasada Buka Pintu Beasiswa hingga ke China

“Kain tenun yang baik serta memiliki manfaat, terlihat dari pengerjaan kain tenun ikat endek dari awal pesiapan benang dan menjadi sebuah kain endek yang memiliki nilai filosofi,” ujarnya.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular