Dermaga LCM di Katapang Bermasalah, Antrean Mengular Sampai Hutan

- Advertisement -
- Advertisement -

JEMBRANA, balipuspanews.com– Ribuan kendaraan yang akan menyebrang ke Jawa harus rela terjebak antrean panjang di Gilimanuk. Antrean tersebut terjadi selain karena meningkatnya kendaraan yang menuju ke Jawa juga karena dermaga landing craft machine (LCM) di Pelabuhan Ketapang bermasalah.

Pantauan dari media balipuspanews.com, antrean kendaraan mulai terjadi, Senin (26/6/2023) sekitar pukul 21.00 wita. Dimana areal pelabuhan dan parkir manuver sudah dipenuhi kendaraan dan ekornya sudah sampai di Pasar Gilimanuk.

Semakin malam jumlah kendaraan yang datang semakin banyak baik bus dan travel dan mobil pribadi yang mengangkut mereka yang mau pulang kampung merayakan Idul Adha juga banyak truk yang akan balik setelah mengirim barang ke Bali.

Memasuki tengah malam ekor antrean semakin panjang bahkan sampai di hutan. Banyak kendaraan terutama travel dan sepeda motor memilih melalui jalan perkampungan sehingga ekor antrean tidak semakin panjang.

Agar tidak terjadi saling serobot anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk turun mengatur antrean. Sampai pagi antrean panjang masih terjadi sampai di monumen lintas laut Cekik atau sekitar 3 kilometer dari pelabuhan.

BACA :  Atap Bangunan SDN 3 Kalibukbuk Ambruk Dihantam Angin Kencang

“Saya sampai di pertigaan Cekik sekitar pukul 02.00 Wita dan baru sampai pelabuhan,”ujar seorang sopir truk yang ditemui di pintu masuk pelabuhan sekitar pukul 07.00 Wita.

Koorsatpel Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTF) Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Agus Sugiarta saat dikonfirmasi mengatakan, antrean kendaraan tersebut terjadi karena dermaga LCM di Pelabuhan Ketapang bermasalah akibat faktor alam yakni surutnya air laut.

Akibatnya bongkar muat kapal di dermaga LCM yang bisa disandari 3 kapal terganggu.

“Bongkar muat sedikit terhambat sehingga terjadi penumpukan kendaraan,”ujarnya.

Manajer Usaha PT ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Djumadi menambahkan selain karena faktor alam, antrean kendaraan tersebut terjadi karena meningkatnya kendaraan yang akan menyebrang ke Jawa baik kendaraan pribadi dan penumpang menjelang libur Idul Adha.

Sedangkan kendaraan barang memang biasanya hari Senin jumlahnya banyak mengingat waktunya balik setelah mengirim barang.

“Untuk di Gilimanuk selain dermaga ponton semua dermaga MB dan LCM tidak ada masalah. Yang bermasalah dermaga di Ketapang,” ungkapnya.

Sementara itu Kapoksek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Dewa Putu Werdiana menyampaikan, antrean panjang terjadi karena kendaraan memang meningkat ditambah dengan kondisi dermaga LCM di Ketapang yang bermasalah akibat faktor alam.

BACA :  WNA Inggris Ditemukan Tenggelam Saat Berenang di Crystal Bay Nusa Penida

Sehingga waktu bongkar muat kapal do Ketapang yang biasanya 45 menit bertambah menjadi satu jam.

“Dari koordinasi kami dengan BPTD bongkar muat kapal di Ketapang terkendala,” ujarnya.

Sampai siang antrean panjang masih terjadi. Baru setelah sore antrean berkurang dan memasuki petang hanya tinggal di parkir pelabuhan.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular