Desa Adat Bayad, Kukuhkan Saba Desa dan Kertha Desa dengan Prokes 3 M

Warga Desa Adat Bayad hadiri pengukuhan saba desa dan kerta desa dengan prokes 3 M
Warga Desa Adat Bayad hadiri pengukuhan saba desa dan kerta desa dengan prokes 3 M

GIANYAR, balipuspanews.com – Desa adat Bayad, Kedisan, Tegallalang, Gianyar, Bali, Kamis (29/10/2020), mengukuhkan pembentukan saba desa dan kertha desa di Pura Bale Agung setempat. Pengukuhan yang disertai dengan ritual mohon panugrahan itu berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) 3 M yang ketat.

Penyarikan Desa Adat Bayad, Dewa Made Sutama menyebutkan, jumlah warga desa adat Bayad yang hadir dalam pengukuhan saba desa dan kertha desa dibatasi.

“Hanya prajuru, pemangku, dan beberapa warga yang ditunjuk yang hadir. Biar tidak ada kerumunan,” kata Dewa Made Sutama.

Menurutnya, warga yang menjadi saba desa dan kertha desa hadir termasuk pemangku dan prajuru juga diminta menerapkan prokes seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M).

“Tempat cuci tangannya ada di jaba pura,” tegas Sutama.

Lebih jauh kata Dewa Sutama, sebelumnya pihak desa adat dan sekaa taruna Gangga Mertha desa Adat Bayad rutin melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penularan Covid-19.

Terkait pembentukan saba desa dan kertha desa hal tersebut kata Sutama, sesuai dengan Perda Desa Adat Nomor 4 tahun 2019 yang dikeluarkan gubernur Bali. Salah satunya di Bab VI tentang pemerintahan desa adat, pasal 28 ayat 2 disebutkan, kelembagaan pemerintahan desa adat sebagaimana dimaksud terdiri dari prajuru desa adat, sabha desa, kerta desa, dan banjar adat atau banjar suka duka atau sebutan lainnya.

“Dasar pembentukannya ya perda 4 tahun 2019,” pungkas Sutama.

PENULIS : Tim Liputan Covid

EDITOR : Oka Suryawan