sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com-Sebagai upaya untuk terus mendukung penguatan Desa Adat di Kota Denpasar, Pemkot Denpasar kembali menggelar Evaluasi Desa Adat. Tahun ini, Desa Adat Penatih Puri didapuk menjadi wakil Kecamatan Denpasar Timur yang di evaluasi oleh Tim Sabha Upadesa Kota Denpasar serangkaian Evaluasi Pembinaan Penataan Desa Pakraman tahun 2019  Tingkat Kota Denpasar di  Balai Banjar Saba, Desa Adat Penatih Puri, Minggu (18/8).

 

Evaluasi Desa Pakraman ini di hadiri dan disaksikan langsung Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara sekaligus membuka evalusi Desa Pakraman Kota Denpasar. Hadir pula dalam evaluasi ini Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara yang juga selaku penglingsir Puri Penatih, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram , Camat Denpasar Timur,  I Wayan Herman, Ketua Tim Panureksa Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Meganada, Jero Bendesa Adat Penatih Puri, Tim Sabha Upadesa dan Krama Desa Adat Penatih Puri. Dimana dalam evaluasi pembinaan penataan Desa Pakraman Kota Denpasar ini, Desa Adat Denpasar  turut mengikutkan 3 Banjar Adat.
“Penilaian Evaluasi Pembinaan Penataan Desa Pakraman ini janganlah dijadikan suatu beban, akan tetapi jadikanlah suatu kebutuhan untuk masyarakat semua, dikarenakan kebudayaan adalah sebuah kebutuhan di Bali. Yang merupakan ini salah satu cara mengangkat harkat dan martabat atau harga diri kebudayaan kita sebagai orang Bali, sebab kebudayaan itu di dunia adalah sebuah harga diri. Dimana kebudayaan ini sangat dekat dengan Desa Pakraman, disinilah bibit-bibit kebudayaan harus terus di kembangkan dan dipertahankan,” kata  Rai Iswara.
Lebih lanjut dikatakan, era globalisasi ini tantangan sebuah Desa Pakraman dalam mempertahankan kebudayaan harus di dasari oleh konsep Tri Hita Karana didalam menjalaninya dengan Tri Hita Karana yang meliputi Parahyangan yang merupakan kepercayaan terhadap Tuhan, Pawongan merupakan perwujudan antar sesama manusia dan Palemahan perwujudan alam semesta atau lingkungan/wilayah yang merupakan inti dari sebuah kebudayaan yang harus di jalani.
Karenanya, diperlukan strategi kegiatan kebudayaan dalam sebuah obyek sebagai unsur-unsur sebuah kebudayaan, dimana unsur kebudayaan ini terdiri tujuh unsur yang meliputi Agama, Aksara, Seni, Organisasi Sosial, Pendidikan, Ekonomi dan Teknologi, ketujuh unsur ini lah yang disebut dengan Ketahanan Desa Pakraman.
Sementara Ketua Tim Panureksa Sabha Upadesa Kota Denpasar  I Wayan Meganada mengatakan,  Evaluiasi Lomba Pembinaan Penataan Desa Pakraman Tahun 2019 Tingkat Kota Denpasar di masing-masing Kecamatan ini guna memberikan pembinaan kepada Desa Pakraman untuk meningkatkan peran sertanya dalam menggali, melestarikan dan mengembangkan  adat dan budaya Bali.  Dari evaliasi Menilai Tri Hita Karana seperti Pawongan, Palemahan dan  Parahyangan di desa Pekraman.
Dikarenakan Denpasar merupakan tempat sebagai titik pertemuan masyarakat Bali untuk mencari nafkah, jadi dengan pembinaan ini kebudayaan di Denpasar bisa tetap di pertahankan. Selain juga untuk meningkatkan ketahanan sebuah Desa Pakraman, dimana indentitas budaya yang ada tidak  akan hilang begitu saja jika sebuah ketahanan pelestarian budaya daerah terus di jaga, di rawat, dipertahankan dan di teruskan oleh generasi muda sekarang ini, (rls/bpn).