19/09/2020, 3:49 AM
Beranda News Desa Bengkel Kediri Berinovasi, Siapkan Alat Bakar Sampah Tanpa Asap

Desa Bengkel Kediri Berinovasi, Siapkan Alat Bakar Sampah Tanpa Asap

TABANAN, balipuspanews.com – Setelah beberapa waktu yang lalu pelayanan pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA dihentikan sementara, Perbekel Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan terus berupaya untuk mencari dan mencoba solusi-solusi baru untuk mengelola sampah dari sumbernya, sesuai dengan yang diamanatkan oleh Pergub Nomor 47 2019.

Sebelumnya, Perbekel Desa Bengkel yang disupport oleh Bali Rare Paduraksa serta Dinas Lingkungan Hidup Tabanan telah membuat pelatihan dan memperkenalkan komposter sampah basah kepada beberapa warga desa setempat. Komposter ini nantinya akan digunakan untuk mengelola sampah organik sisa makanan atau masakan di dapur.

Perbekel Desa Bengkel I Nyoman Wahya Biantara, Kamis (17/9) menjelaskan, setelah melalui proses fermentasi, sampah yang diolah melalui komposter tersebut menghasilkan berupa pupuk organik cair dan padat. Pupuk organik cairnya sendiri bisa dipanen setelah dua minggu, yang kemudian saat digunakan untuk menyiram tanaman.

“Sedangkan untuk sampah plastik dan kertas rencana kedepannya akan diolah dan digunakan kembali. Sehingga konsep Reduce, Reuse, dan Recycle dapat benar-benar diterapkan di Desa Bengkel,” ungkapnya.

Namun lanjutnya, untuk menuju pada tahapan tersebut, pihaknya juga mencoba untuk membuat teknologi pembakar sampah tanpa asap yang sering disebut incinerator. Dengan alat tersebut, sampah akan dibakar kemudian asap hasil pembakaran dari sampah tersebut di destilasi sehingga dapat mengurangi asap yang keluar.

“Incinerator ini dibuat bekerjasama dengan salah satu bengkel yang ada di Desa Bengkel. Dirancang secara otodidak, dengan melihat beberapa tutorial di YouTube dan kami telah melakukan beberapa kali uji coba agar asap yang keluar dapat diminimalisir,” jelasnya.

Menurutnya, konsepnya ini sangat sederhana. Yakni menggabungkan kekuatan api, air dan angin. Dengan cara dan teknik penggabungan yang tepat, maka incinerator ini diharapkan dapat memiliki manfaat kedepannya.

Lebih jauh Wahya Biantara mengatakan, penyempurnaan alat masih terus dilakukan. Jika alat dengan kapasitas kecil ini telah sempurna, kedepannya akan bisa dibuat alat dengan kapasitas yang lebih besar untuk sekala desa. Sehingga sampah-sampah residu yang berupa popok, pembalut, dan lainnya dapat dibakar dengan menggunakan alat tersebut.

Penulis : Ngurah Arthadana

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Gali Lubang Pondasi, Dua Buruh asal Sumba Tewas Tertimbun

GIANYAR, balipuspanews.com - Akhir hidup yang cukup tragis menimpa dua buruh proyek asal Sumba, NTT. Keduanya tewas tertimpa longsoran tanah saat menggali pondasi bangunan...

Dapat Info Terkait Adanya Tajen, Polsek Banjar Langsung Grebeg Lokasi

BULELENG, balipuspanews.com - Pelaksanaan kegiatan judi sabung ayam (tajen) jelas dilarang sesuai pasal 303 KUHP, berdasarkan hal itu pihak kepolisian terus mengadakan pemantauan terhadap...
Member of
Dewan Pers

Download Balipuspanews
Google Play