Sabtu, Oktober 24, 2020
Beranda Bali Denpasar Desa Dauh Puri Kaja Gelar Pendataan, Data Sebanyak 140 Penduduk Non Permanen 

Desa Dauh Puri Kaja Gelar Pendataan, Data Sebanyak 140 Penduduk Non Permanen 

DENPASAR, balipuspanews.com – Jumat (7/8/2020) malam, Desa Dauh Puri Kaja melakukan pendataan penduduk non permanen dan penegasan imbauan protokol kesehatan Covid-19 di wilayah Dusun Mekarsari.

Adapun pendataan tersebut melibatkan Pecalang, Linmas, Kepolisian, Babimsa, Kadus, dan Kelian Adat terdata sebanyak 140 orang penduduk non permanen yang terdiri penduduk Luar Provinsi Bali 78 orang dan Penduduk Provinsi Bali atau penduduk luar Kota Denpasar sebanyak 62 orang.

Demikian yang disampaikan Perbekel Dauh Puri Kaja Gusti Ketut Sucipta saat dihubungi, Sabtu (8/8/2020).

Sucipta mengatakan, pendataan penduduk non permanen ini harus dilakukan dalam rangka tertib administrasi kependudukan.

Dan, untuk memberikan gambaran kondisi perkembangan penduduk non permanen di Kota Denpasar, khususnya di Kecamatan Denpasar Utara dan Desa Dauh Puri Kaja.

”Pendataan penduduk non permanen ini, untuk menciptakan tertib administrasi kependudukan non permanen, baik yang datang dari lintas kabupaten di Bali maupun luar Bali, serta penduduk non permanen datang atau tinggal, serta terdata dalam tertib administrasi kependudukan,” ujar Sucipta.

Karena masih di tengah pandemi Covid-19, dalam pendataan non permanen ini pihaknya juga melakukan penegasan protokol kesehatan Covid-19 yakni bagi penduduk yang baru datang dari luar daerah tersebut agar bersedia melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Selain itu semua masyarakat juga wajib menggunakan masker, sering cuci tangan, dan menjaga jarak.

Pihaknya berharap, semua masyarakat Desa Dauh Puri Kaja maupun penduduk non permanen yang tinggal di wilayah tersebut harus mematuhinya mengingat penularan pada klaster keluarga secara transmisi lokal masih banyak terjadi.

Ditambahkan pula, selama pendataan penduduk permanen dan penegasan protokol kesehatan, disambut baik penduduk banjar setempat, karena dibutuhkan untuk menjaga agar Dusun Mekarsari menjadi lingkungan yang aman dan kondusif.

Oleh karenanya, Sucipta mengharapkan penduduk yang datang ke wilayah Desa Dauh Puri Kaja supaya mengetahui aturan yakni melapor ke Kadus, Kelian Adat setempat atau Desa. Dengan cara itu, pihak Desa bisa memantau penduduk dan tujuannya kedatangannya.

Sementara itu, khusus untuk seluruh masyarakat di Dusun Mekarsari yang memiliki kos-kosan supaya melaporkan warga yang kos ke Kadus setempat maupun desa, sehingga akan tercatat keberadaannya dan tercipta lingkungan yang aman dan kondusif.

“Kami berharap dengan diadakan pendataan seperti ini nantinya siapapun yang datang harus membekali diri dengan kartu identitas diri, sehingga akan tercipta suasana yang aman dan kondusif,” tandasnya.

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Warga Temukan Orok di Parit Areal Jogging Track Sanur Kauh

SANUR, balipuspanews.com - Penemuan orok membusuk berlangsung di pinggir parit areal jongging track di Jalan Prapat Baris, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Jumat (23/10/2020) sekitar...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of