Gunung agung
Gunung agung
sewa motor matic murah dibali

KARANGASEM, Balipuspanews.com – Adanya suatu perarem tentang pemberian sangsi kepada pendaki Gunung Agung yang nekat menerobos zona bahaya di Desa Adat, Pucang, Ban, Kubu, Karangasem nampaknya menjadi motifasi bagi didesa lainnya untuk menerapkan hal yang sama.

Seperti yang diungkapkan oleh bagian humas Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Selat, Karangasem, I Wayan Suara Arsana kepada media ini pada Kamis (12/09/2019) ketika ditanya mengenai perarem yang sudah diterapkan di Desa Adat Pucang tersebut.

Menurut pria yang juga merangkap sebagai Sekertaris Relawan Pasebaya Agung itu, pihaknya sangat mengapresiasi dan sangat mendukung atas dibuatnya perarem tersebut.

“Tentunya sangat bagus, demi menyelamatkan nyawa manusia karena sampai saat ini rekomendasi dari PVMBG zona bahaya masih berada didalam radius 4 kilometer sehingga siapapun tidak boleh memasuki apalagi melakukan aktivitas diwilayah tersebut,” ujarnya.

Tak hanya mendukung, Suara Arsana juga mengaku sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah Bendesa yang wilayah Desanya kerap dijadikan sebagai titik pendakian untuk berkordinasi mengenai perarem yang telah diterapkan di Desa Adat Pucang tersebut sehingga apabila memungkinkan agar bisa juga untuk diterapkan nantinya.

Bagi Suare peran perarem tersebut dinilai sangat penting, pasalnya ketika terjadi sesuatu terhadap pendaki yang nekat tersebut maka yang repot tentunya banyak pihak, baik itu relawan, Basarnas, BPBD dan pihak pihak lainnya, oleh sebab itu ditengah status Gunung Agung yang masih berada dilevel III Siaga dengan radius zona bahaya 4 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung memang harus ada suatu yang memberikan efek jera kepada oknum – oknum pendaki nekat tersebut. (suar/bpn/tim)