Bendesa Pekraman di Klungkung angkat Naskah Penanda Tanganan sepakat menterapkan perarem anti Rokok dan anti Narkoba
Bendesa Pekraman di Klungkung angkat Naskah Penanda Tanganan sepakat menterapkan perarem anti Rokok dan anti Narkoba
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Perarem Anti Rokok dan Anti Peredaran Narkoba kini menjadi keniscayaan bagi Desa Pekraman di seluruh Kabupaten Klungkung. Hal itu terungkap dengan ditanda tanganinya Perarem  merujuk Perda KTR dan Narkoba yang ditanda tangani bersama Bupati KLungkung Nyoman Suwirta dan  seluruh Bendesa Pekraman di Kabupaten Klungkung bertempat di Balai Budaya Ide Dewagung Istri Kanya pada Kamis(11-7-2019).

Penanda tanganan Perarem ini bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini mengingat masifnya peredaran rokok ditengah masyarakat serta dengan makin maraknya penyakit kanker akibat kontaminasi asap roko baik yang aktif maupun yang pasif. Dengan penterapan ini diharafkan masyarakat Klungkung menghayati bahaya rokok bagi kesehatan umat manusia.

Salah seorang Bendesa Pekraman di Klungkung Ketut Tinggal yang juga Bendesa Pekraman Apet ini menyatakan perarem untuk larangan merokok segera disosialisasikan kepada masyarakat warga Desa Pekramannya. Dirinya memastikan hal itu akan diupayakan dengan penerapan larangan Perda KTR ini melalui musyawarah warga Desa Pekraman. Menurutnya nanti akan diupayakan menerapkan sistim denda bagi warga yang melanggar,namun besaran dendanya nanti masih dibicarakan dalam paruman Desa Pekraman setempat.

“Kita upayakan penterapan Perda KTR sebagai kawasan anti rokok ini melalui musyawarah dalam paruman nanti. Berapa besaran dendanya sesuai dengan hasil kesepakatan nanti saat digelarnya paruman,yang diusahakan dituntaskan penterapannya dengan musyawarah mufakat,”ujar Ketut Tinggal tegas.

Dilain pihak Bendesa Pekraman Gelgel Putu Arimbawa ditemui menyatakan bahwa Perda KTR itu sudah hukum positif yang harus dipatuhi warga Klungkiung termasuk warga di Desa Pekraman Gelgel. Cuma saja menurutnya perarem di Desa Pekraman Gelgel tidak bisa serta merta langsung dibuat begitu saja,mengingat perarem harus dibuat dari masyarakat di bawah terlebih dahulu. Namun dirinya menyadari Perda KTR ini harus disosialisasikan terlebih dahulu agar masyarakat paham akan bahaya rokok dan Narkoba ini. Yang jelas dirinya memastikan nantinya pasti akan dibuat perarem setelah Galungan yaitu setelah pemacekan Agung lewat dulu.

“Kita memastikan bahwa Peerda KTR itu adalah hukum positif yang harus ditaati warga semua ,namun kita akan sosialisasikan terlebih dahulu dari bawah untuk itu kita menunggu hasil paruman dimasing masing banjar diwilayah Desa Pekraman terlebih dahulu. Nanti baru kita gelar paruman Desa Pekraman Gelgel termasuk penterapan larangan Rokok,Narkoba dan  dendanya ,”terang Arimbawa tegas. (Roni/bpn/tim)