Kegiatan Gebyar Seni Budaya yang dilaksanakan Desa Pemecutan Kaja, Denpasar, mengadakan berbagai lomba yang diikuti siswa TK hingga warga lansia.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com- Guna mendukung program Pemerintah Kota Denpasar sebagai kota yang bewawasan budaya, Desa Pemecutan Kaja menggelar Gebyar Seni Budaya pada Jumat (8/12) di Puri Jro Kuta, Denpasar.

Ketua Panitia Made Tama mengatakan, kegiatan gebyar seni budaya dilaksanakan dengan mengadakan lomba antar banjar se-desa Pemecutan Kaja. Adapun lomba yang dimulai sejak pagi hingga malam dari yakni lomba tingkat TK, SD dan Sekaa Teruna-Teruni (STT).

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pada pagi hari diadakan lomba tari dan mewarnai untuk tingkat TK, sedangkan untuk tingkat SD diadakan lomba nyurat asara Bali.

Sedangkan untuk tingkat STT diadakan lomba bleganjur dan lomba ngelawang yang dimulai dari sore hingga petang.

“Semua lomba yang diadakan ini mengenai seni dan budaya, di mana anak-anak inilah sebagai generasi penerus dan pewaris budaya yang kita miliki di Bali,” ujarnya

Tidak hanya dari kalangan anak-anak dan remaja saja, lomba juga melibatkan PKK tingkat Banjar bahkan lansia juga turut andil untuk memeriahkan gebyar seni budaya ini. Untuk tingkat PKK diadakan lomba membuat banten prayascita, durmengala, dan byakaonan.

Untuk tingkat dewasa atau krama banjar, diadakan lomba mawirama dan mageguritan, sedangkan tingkat lansia diadakan lomba busana adat ke pura.

“Semua kalangan kami ikut libatkan, baik dari tingkat TK, SD, STT, PKK, dewasa dan lansia,” jelasnya.

Gebyar seni budaya yang ke- 5 ini digelar bertujuan untuk melestarikan dan memotivasi kreativitas anak-anak dan meningkatkan seni budaya Bali dimiliki.

Sebelum diadakan perlombaaan, panitia terlebih dahulu mengadakan pembinaan -pembinaan ke seluruh banjar, dan masyarakat desa Pemecutan Kaja memberi respon positif, menerima dan mndukung program yang diselenggarakan pemerintah desa.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat asal Belong Gede, I Nyoman Sumardika. Lelaki yang akrab disapa Pak Man Ligir ini sangat mengapresiasi dan menyambut positif kegiatan-kegiatan yang bernuansa seni dan budaya untuk anak-anak muda.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, apalagi melibatkan anak-anak dan remaja, biar tidak anak-anak muda terjerumus dengan pergaulan bebas, seperti narkoba, minum minuman keras, trek-trekan,” tukasnya.

Dirinya pun berharap tidak untuk ajang lomba saja kepintaran anak-anak muda digunakan, dalam hal ngayah di banjar agar bisa dipakai juga.

“Siapa pun yang menjadi pemenang, dan yang kalah agar menerima dengan legowo. sebagai motivasi untuk lomba yang akan datang,” pungkasnya.

Adapun juri yang ditunjuk panitia adalah juri dari Dinas Kebudayaan Kota dan Provinsi Bali, untuk menjaga netralitas dan tidak berpihak kemana-mana.

Pengumuman juara dan pemberian piagam akan diumumkan besok yang dirangkai sekalian penutupan gebyar seni budaya. (budiartana/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...