Desa Sadar Lingkungan adalah untuk menciptakan lingkungan hidup yang bersih, sehat, lestari dan indah
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Gianyar, balipuspanews. com-Dalam upaya secara terus menerus dan berkelanjutan membangun partisipasi masyarakat, untuk mewujudkan masyarakat Gianyar yang bahagia, sejahtera, aman dan damai, mandiri, berintegritas, berlandaskan tri Hita Karana, Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar seriusi progam Desa Sadar Lingkungan melalui lomba Desa Sadar Lingkungan antar Desa Pakraman.

Setiap kecamatan mengajukan satu desa pakraman terbaik di kecamatan masing-masing untuk mengikuti Program Desa Sadar Lingkungan tingkat Kabupaten. Desa Pakraman wakil setiap kecamatan dalam program Desa Sadar Lingkungan secara simultan diberikan pembinaan tentang program DSL oleh Tim Desa Sadar Lingkungan Kabupaten Gianyar. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, Selasa (7/11).

Lebih lanjut dikatakanya, tujuan dari Desa Sadar Lingkungan adalah untuk menciptakan lingkungan hidup yang bersih, sehat, lestari dan indah. Juga untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masayarakat dalam lingkungan hidup secara mandiri. Selain itu, juga untuk mempertahankan identitas image pulau Bali sebagai pulau yang berlandaskan Tri Hita Karana. Mewujudkan Bali bersih dan hijau menuju desa sadar lingkungan. “Program ini sesuai dengan visi  dan misi Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dan juga misi dan visi Bupati Gianyar, terwujudnya masyarakat Gianyar yang bahagia, sejahtera, aman dan damai, mandiri, berintegritas, berlandaskan tri Hita Karana, melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana,” jelasnya.

Sedangkan sasaran penilaian DSL adakah kawasan tempat suci, kawasan pemukiman, kawasan umum, kawasan pendidikan dan kesehatan, juga kawasan perairan menyangkut sungai dan saluran drainase. “Semua aspek yang dinilai adalah mengenai pengolahan sampah, kebersihan, penghijauan dan perindangan, partisipasi masyarakat, pengolahan limbah cair dan ada piranti yang mengatur didalam awig-awig,” ungkapnya.

Dengan adanya lomba Desa Sadar Lingkungan ini, diharapakan dapat mewujudkan wilayah Desa Pakraman yang bersih, sehat, lestari dan indah sesuai dengan nilai Tri Hita Karana. “Kedepannya semoga seluruh desa Pakraman di Gianyar akan menjadi Desa Sadar Lingkungan. Tentu ini memerlukan komitmen bersama serta dukungan semua pihak,” ujarnya.

Sebelumnya masing-masing desa pakraman yang ikut lomba telah diberikan bantuan bibit tanaman upakara. Dengan tujuan untuk penghijauan dan perindangan serta memudahkan masyarakat pada saat memerlukan sarana upakara. Sehingga masyarakat tidak kesulitan lagi dalam mencari sarana upakara.

Adapun berbagai jenis bibit tanaman upakara yang diberikan yaitu berbagai jenis bibit pohon kelapa seperti kelapa rangda, bojog, mulung, sudamala, udang dan lainya. Juga diberikan bantuan bibit pohon cempaka putih dan kuning, cendana, tunjung, merak merah, naga sari, sari gading, padang sudamala, rijasa, kasih miik, selisih, tulak, cemara kipas dan lainnya. Disamping itu, juga bibit tanaman bambu yaitu bambu tabah, gading, petung, hitam, tutul dan lainya. “Manfaat tanaman bambu itu untuk konservasi air, ditanam di sepanjang aliran sungai, sehingga tanah tidak labil dan memperbanyak cadangan air. Disamping itu, juga banyak manfaatnya termasuk untuk sarana upakara,” ungkapnya.

Semua bibit tanaman yang diberikan tentunya segera ditanam dan dipelihara dengan baik. “Semoga dengan program Desa Sadar Lingkungan ini, semakin terbangun partisipasi masayarakat dalam pelestarian dan pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Saat ini Tim DSL sedang melakukan evaluasi untuk menentukan Desa Pakraman terbaik dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan. Nantinya setiap peserta akan mendapatkan uang pembinaan. Juara I Rp. 25 Juta, Juara II Rp. 20 Juta, III Rp. 15 Juta. Harapan I Rp. 10 Juta, Harapan II Rp. 9 juta, Harapan Rp. 8 juta dan Harapan IV Rp. 7 juta. “Semoga program lomba Desa Sadar Lingkungan ini dapat membangun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan terutama dalam memelihara Parahyangan, Pawongan dan Palemahan, sesuai dengan prinsip Tri Hita Karana,” pungkasnya. (rls/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...