Perbekel (baju kaos hitam) dan Ketua BPD (bertopi) Desa Samsam, Kerambitan
Perbekel (baju kaos hitam) dan Ketua BPD (bertopi) Desa Samsam, Kerambitan

TABANAN, balipuspanews.com – Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan Tabanan tidak hanya menolak di wilayahnya dijadikan sebagai tempat karantina ODP Covid-19 (baca juga https://www.balipuspanews.com/warga-samsam-tolak-di-wilayahnya-jadi-tempat-karantina-odp-covid-19.html). Desa ini juga terbilang gigih “bertempur” langsung dari ancaman virus corona.

Hal itu diungkapkan Perbekel Desa Samsam I Dewa Made Sukma Medya, S.Sos, Sabtu (4/4). Ia menjelaskan telah melakukan beberapa kebijakan terkait mewabahnya virus corona.

“Sesuai instruksi Menteri Desa, dalam menyikapi Covid-19 ini diijinkan melakukan perubahan APBDes tahun 2020. Terkait dengan itu kami telah menganggarkan dana penanggulangan covid-19 sebesar Rp. 147 juta,” ungkapnya didampingi I Gusti Ketut Ekaputra dan I Gusti Putu Budi Arta, A.Md., Par., SE., selaku anggota dan ketua BPD setempat.

Untuk ke masyarakatnya langsung, Sukma Medya menyebutkan pihaknya telah membagikan 300 meliliter cairan disinfektan kepada setiap kepala keluarga se-Desa Samsam. Adapun desa ini terbagi menjadi enam banjar dinas dengan total jumlah penduduk sebesar 1.100 kepala keluarga.

“Bantuan cairan disinfektan ini oleh warga dicampur air dan itu cukup untuk disemprotkan selama dua bulan di pekarangannya masing-masing,” jelasnya.

Ditambahkannya, selain dengan membagikan cairan disinfektan gratis, Pemerintah Desa Samsam juga beberapa kali telah melakukan penyemprotan disinfektan kemasing-masing rumah warga. Termasuk penyemprotan yang dilakukan secara swadaya.

Tidak hanya itu imbuhnya, pihak Pemerintah Desa Samsam juga telah membeli berbagai perlengkapan untuk enam orang relawan covid-19 didesanya. Seperti baju, sarung tangan, masker dan sepatu.

“Yang jelas pada prinsipnya kami selaku Pemerintah Desa Samsam selalu mengedepankan semangat gotong royong, terlebih untuk mencegah meluasnya virus corona,” tutupnya. (BPN/ rah)