Rabu, Oktober 21, 2020
Beranda Bali Gianyar Desa Sidan Kawinkan Wisata Agro dan Wisata Bali Kuno

Desa Sidan Kawinkan Wisata Agro dan Wisata Bali Kuno

GIANYAR, balipuspanews.com – Desa Sidan, Gianyar terus berupaya mengembangkan potensi wilayahnya. Sebelumnya, desa ini mengembangkan desa wisata, namun gagal karena potensi yang digali tidak diminati wisatawan. Kali ini Perbekel Sidan mengaku tidak kapok dengan pengembangan desa wisata.

“Sekarang kami kembangkan Desa Wisata Kuno yang dikawinkan dengan wisata agro,” jelas Perbekel Sidan, Wayan Sukra Suyasa, Kamis (15/10/2020).

Untuk wisata agro langkah yang dilakukannya dengan mewujudkan Desa Sidan sebagai penghasil produk pertanian organik. Sedangkan di wilayahnya terdapat 7 subak dengan luas total 65 hektar.

Dikatakannya, untuk mengajak petani ke pertanian organik, tidak mudah, bahkan dirinya setiap hari terjun ke petani memberikan sosialisasi dan support. Akhirnya dengan usahanya, 7 subak di wilayahnya sepakat mewujudkan Desa Sidan sebagai penghasil beras organik.

Tujuh subak tersebut adalah Subak Taman Bali, Penempan, Bakbakan, Labak, Tengkung, dan Subak Kualon. Dari keseluruhannya terdapat 306 petani menggarao lahan tersebut.

“Keseluruhan petani sudah sepakat untuk mewujudkan pertanian organik, jadi di Tahun 2021 Desa Sidan sudah menghasilkan beras organik,” jelasnya bangga.

Dikatakannya, untuk meyakinkan petani ke arah organik, sebelumnya di Subak Taman Bali sudah uji coba penanaman padi organik seluas 2 hektar. Dikatakannya, hasil panennya secara kuantitas belum memenuhi harapan, namun secara kualitas sudah menunjukkan hasil positif.

“Percontohan organik sudah panen 2 hektar, kini uji coba lagi seluas 6 hektar, sehingga di Tahun 2021 seluruh subak sudah pertanian organik,” jelasnya lagi.

Tidak saja mengembangkan pertanian organik, pada akses sekunder, jalan subak diperlebar menjadi 1,5 meter.

Hal ini selain mempermudah memasukkan traktor ke lahan pertanian, juga akan digunakan sebagai lintasan tracking bagi wisatan yang menikmati agrowisata.

“Akses pertanian itu juga digunakan sebagai akses tracking wisatawan, akaesnya sudah terwujud, tinggal penataan,” bebernya.

Dengan mengawinkan Desa Wisata Kuno denga wisata agro, diyakininya pengembangan pariwisata bisa terwujud.

“Sekalipun pariwisata nanti tidak berkembang sesuai harapan, paling tidak Desa Sidan sudah menyandang predikat desa organik, ini sebagai branding kita,” tandasnya.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka Suryawan

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of