Rabu, Juni 3, 2026

Desa Tulikup Salurkan Punia Babi ke 17 Pura Dang Kahyangan dan Kahyangan Tiga, Ringankan Beban Warga saat Wali

- Advertisement -
- Advertisement -

GIANYAR, balipuspanews.com – Pemerintah Desa Tulikup melaksanakan program punia kepada 17 pura dang kahyangan dan kahyangan tiga yang berada di wilayah desa setempat yang melaksanakan wali atau piodalan. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sarana upacara sekaligus meringankan beban ekonomi warga.

Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika, Selasa (2/6/2026), menjelaskan bahwa program tersebut didanai melalui Pendapatan Asli Desa (PADes) yang bersumber dari berbagai unit usaha milik desa, seperti pasar desa, usaha gas elpiji, dan sembako.

Menurut Ardika, bantuan yang diberikan berupa babi yang akan digunakan sebagai sarana upacara keagamaan di masing-masing pura. Total terdapat 17 pura yang menerima bantuan tersebut dengan nilai sekitar Rp11 juta untuk setiap paket bantuan yang terdiri atas dua ekor babi pada sejumlah pura kahyangan.

“Program ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat. Kami ingin kehadiran desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Ardika.

Ia menambahkan, pemilihan bantuan berupa babi dilakukan karena hewan tersebut merupakan salah satu sarana penting dalam pelaksanaan berbagai upacara adat dan keagamaan di Bali.

BACA :  Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno VIII, Pemkab Tabanan Tegaskan Semangat Persatuan dan Nasionalisme

Selain membantu kebutuhan upacara, program tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Seluruh babi yang disalurkan dibeli dari peternak lokal di Desa Tulikup sehingga mampu mendukung perputaran ekonomi desa.

“Kami memberdayakan peternak lokal agar manfaat program ini dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Selain membantu pura, program ini juga mendukung usaha warga desa,” katanya.

Desa Tulikup memiliki tujuh banjar dinas dan dua desa adat yakni Desa Adat Tulikup Kelod dan Desa Adat Tulikup Kaler dengan total 17 pura dang khayangan. Penyaluran bantuan disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah krama di masing-masing wilayah. Di Banjar Siyut, misalnya, bantuan diberikan berupa satu ekor babi karena disesuaikan dengan jumlah anggota banjar setempat.

Program yang telah berjalan sekitar tiga bulan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai bantuan tersebut mampu membantu kebutuhan upacara sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakat.

Ardika berharap program tersebut dapat memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, kepedulian desa terhadap kebutuhan warga akan mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.

BACA :  Peringatan Waisak 2026 di Denpasar, Mapanbumi Bali Gelar Ritual Suci dan Bazar Vegetarian

Berdasarkan estimasi PADes yang berasal dari berbagai unit usaha desa, pendapatan yang dikelola desa diperkirakan mencapai Rp300 juta hingga Rp500 juta. Pendapatan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Melalui program punia ini, Pemerintah Desa Tulikup berharap pelaksanaan tradisi keagamaan dapat berlangsung dengan baik, sekaligus memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan peternak desa.

Penulis : Ketut Catur
Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular