Deteksi Cepat COVID 19, Pemprov Tambah Laboratorium PCR

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19, Dewa Indra
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19, Dewa Indra

DENPASAR, balipuspanews.com – Pemerintah provinsi Bali mempercepat mempercepat deteksi COVID -19 dengan menambah labotarium.

“Lab Covid 19 di RSPTN Udayana yang kesiapannya sudah 95 persen untuk dapat berfungsi sebagai Lab Covid 19,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewa Made Indra saat mengecek kesiapan Lab Covid di RSPTN Udayana Jumat (24/4/2020).

Selain itu diharapkan laboratorium Fakultas Kedokteran Warmadewa dapat segera berfungsi, sehingga dari labotarium RS sanglah yang saat ini telah dapat melakukan metode PCR dapat ditambah kapasitasnya dengan dibantu oleh rumah sakit ini.

Sementara itu, seperti diketahui dalam upaya pencegahan lainnya dari sisi pintu masuk Bali, baik bandara maupun pelabuhan, pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan yang sangat ketat terhadap PMI maupun penumpang yang datang dari daerah luar Bali.

Langkah yang dilakukan pemerintah terkait pengawasan ketat di Bandara Ngurah Rai, adalah PMI maupun penumpang domestik yang berasal dari daerah terinfeksi maka dilakukan pengecekan suhu tubuh dan rapid tes. Apabila hasil rapid tes di bandara menunjukan tanda positif, maka Pemprov Bali akan segera melakukan penanganan sesuai SOP yang berlaku.

Sedangkan jika hasil rapid tesnya negatif, maka yang bersangkutan akan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten/Kota guna dilakukan karantina yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan kebijakan mereka masing-masing. Namun pada masa 8 hari karantina (orang yang negatif ini) dilakukan tes swap dan hasilnya positif, maka akan diserahkan kembali Kepada Pemprov Bali untuk dilakukan langkah perawatan.

Selain di bandara, di Pelabuhan Gilimanuk juga diterapkan SOP yang sama, baik untuk rapid test maupun pengecekan suhu tubuh. Hingga saat ini belum ditemukan kasus positif yang masuk lewat pelabuhan. Apabila nanti ditemukan kasus positif maka orang tersebut akan dikembalikan kedaerah asalnya. (Art/BPN/tim)