hal yang menarik dalam kegiatan Rotari club plus Tedun Banjar Pemda Karangasem yang berlangsung pagi ini, Sabtu (24/08/2019)
hal yang menarik dalam kegiatan Rotari club plus Tedun Banjar Pemda Karangasem yang berlangsung pagi ini, Sabtu (24/08/2019)
sewa motor matic murah dibali

KARANGASEM, balipuspanews.com – Ada hal yang menarik dalam kegiatan Rotari club plus Tedun Banjar Pemda Karangasem yang berlangsung pagi ini, Sabtu (24/08/2019) dilapangan Umum Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.

Yang menarik adalah pameran sebuah inovasi teknologi mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Teknologi ini diperkenalkan oleh Dewa Hendrawan dengan nama Pirolisis.

Dipaparkan oleh Dewa Hendrawan, cara kerja Pirolisis ini mirip dengan penyulingan arak hanya saja yang menjadi pembedanya adalah arak penyulingan zat cair sementara Polisinir menyuling zat yang bersifat kering.

Dalam prosesnya, pertama – tama, sampah plastik dipilah dan dibersihkan dahulu, setelah bersih samph plastik kemudian dikeringkan. Setelah kering, sampah kemudian dimasukkan kedalam tabung reaktor lalu ditutup dirapat agar tidak terkontaminasi oksigen.

Plastik – platik yang sudah dimasukkan kedalam tabung tersebut kemudian melalui proses dipanaskan, dalam proses ini sampah yang diolah tidak akan mengeluarkan asap karena diolah dengan cara dipanaskan bukan dibakar hingga sampah benar benar meleleh karena dipnaskan.

“Mesin ini bukan saya yang temukan, tetapi saya coba lakukan pengembangan lagi, seperti sistem pembakaran yang kita rubah sehingga tidak keluar asap melalui proses pemanas ini,” kata Dewa.

Setelah melalui pemanasan, uap dari hasil pemanasan akan masuk kedalam tabung yang berukuran lebih kiecil dan menjadi minyak mentah (crod oil). Ditabung yang kedua ini, minyak mentah tersebut kembali dipanaskan dan dialirkan melewati pendingin dengan filter karbon aktif.

Dalam proses tersebut, apabila kita ingin mendapatkan BBM jenis bensin maka susu ketika memanaskan harus 200 drajat kebawah, sedangkan untuk memperoleh Minyak Tanah maka suhu harus dinaikkan menjadi 250 sampai 300 drajat, sementara untuk mendapatkan Solar panas harus dinaikkan hinga mencapai 350 sampai 400 drajat.

“Kita tinggal sesuaikan panasnya untuk menghasilkan, bensin, minyak tanah atau solar, hanya saja untuk b yang dihasilkan belum bisa langsung dipakai untuk kendaraan karena kadar metannya masih 86 sedangkan untuk bbm biasa kadarnya 88. Sehingga masih perlu diproses lagi,” tutur Pria Asli Nusa Penida itu.

Sementara itu, untuk mesin yang dirinya peragakan tersebut, memiliki kapasitas sebanyak lima kilogram sampah plastik. Dari berat tersebut bisa menghasilkan sebanyak 5 liter minyak mentah. “Perbandingannya satu kilo sampah menghasilkan satu liter minyak mentah, ketika diolah 50 persennya bisa menghasilkan solar, 30 persen untuk minyak tanah dan 20 persen untuk jadi Bensin,” tandasnya.

Menurutnya, jika telnologi ini bisa dikembangkan dan mampu mengolah dengan skala besar, maka bisa juga dipakai untuk mengolah karet ban dan yang lainnya karena suatu saat karet – karet bn ini tentunya bakal menjadi masalah yang juga harus ditangani.

Selain itu, ampas yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini berupa residu arang hitam yang juga bisa diolah menjadi briket yang digunakan sebagai bahan bakar pengganti batu bara. (Rls/bpn/tim)