I Nyoman Parta (kemerja merah) bersama Bidan PTT di Wantilan DPRD Bali
sewa motor matic murah dibali

Denpasar, balipuspanews. com – DPRD Bali terus mengawal perjuangan 81 bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) Kementerian Kesehatan yang belum diangkat menjadi PNS. Perjuangan Bidan PTT ini mulai bergulir sejak tahun 2013. Pada tahun 2016 sebanyak 342 Bidan PTT sudah diangkat menjadi PNS.

Hanya tersisa 81 orang yang belum diangkat menjadi PNS, karena usia mereka di atas 35 tahun saat pendaftaran.

Kini muncul aturan baru melalui Keputusan Presiden yang tindaklanjuti oleh Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tertanggal 4 Desember 2018, bahwa batas usia maksimal bidan PTT saat mendaftar menjadi PNS adalah 40 tahun.

Sebelumnya usia maksimal 35 tahun. Sebagian dari 81 Bidan PTT ini ada yang sudah berusia di atas 40 tahun.

Batas usia maksimal 40 tahun saat mendaftar ini rupanya masih menimbulkan multitafsir.

Jika usia maksimal 40 tahun itu diterapkan saat mendaftar sekarang, maka sebagian dari 81 Bidan PTT itu tidak bisa memenuhi syarat, karena usia mereka sudah di atas 40 tahun.

Namun ada pandangan lain, bahwa mereka tidak perlu mendaftar lagi sekarang, karena sudah sudah mendaftar beberapa tahun lalu saat usia masih di bawah 40 tahun. Kini mereka dalam posisi menunggu untuk diangkat menjadi PND. Jika acuannya adalah saat mendaftar beberapa tahub lalu tersebut, maka 81 bidan PTT itu bisa diangkat menjadi PNS.

Terkait persoaan ini, Komisi IV DPRD Bali menggelar Rapat Kerja dengan Dinas Kesehatan dan BKD Provinsi Bali, yang juga dihadiri Bidan PTT tersebut, di Wantilan DPRD Bali, Senin (10/12).

Dikonfirmasi usai Rapat, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan, jika mendalami isi surat Edaran Mendagri, jelas bahwa batas usia maksimal itu adalah 40 tahun saat mendaftar. Artinya, 81 Bidan PTT di Provinsi Bali sudah memenuhi syarat itu karena mereka sudah mendaftar beberapa tahun lalu saat usia masih di bawah 40 Tahun.

“Kalau kami sudah jelas, yaitu di saat melamar paling tinggi usia 40 tahun. Mereka sudah mendaftar 12 tahun bahkan 14 tahun yang lalu, saat usia mereka di bawah 40 tahun. Sekarang 81 Bidan PTT ini tidak mendaftar lagi, mereka hanya menunggu diangkat menjadi PNS, karena mereka sudah mendaftar,” tegas Parta.

Kendati demikian, lanjut Politikus vokal yang sejak 2013 terus mengawal perjuangan Bidang PTT ini, karena masih ada perberdaan penafsiran usia maksimal Bidan PTT saat mendaftar, pihaknya akan berkonsultasi dengan Kementerian Pemberdayaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB) di Jakarta.

“Kita akan konsultasikan ke Kementerian PAN RB. Kita terus perjuangkan agar 81 Bidang PTT yang tercecer ini bisa dingkat menjadi PNS. Mereka sudah lama mengabdi, sudah layak diangkat menjadi PNS,” kata Parta, yang ditugaskan PDI Perjuangan maju sebagai Caleg DPR RI pada Pemilu 2019 mendatang. (art/bpn/tim)

I Nyoman Parta (kemerja merah) bersama Bidan PTT usai Raker di Wantilan DPRD Bali

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here