Rapat paripurna DPRD Bali
Rapat paripurna DPRD Bali

DENPASAR, balipuspanews.com – DPRD Provinsi Bali meminta agar Perda Pariwisata Budaya Bali tidak dihilangkan karena menjadi bagian roh pariwisata.

” Seperti yang saya sampaikan kalau dihilangkan Perda pariwisata budaya ini, kami takutkan roh pariwisata itu nantinya terdelusi dengan masuk ke dalam Perda baru yang tidak berjudul budaya Bali,” kata Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana dalam Pembahasan Raperda Standarisasi Penyelenggaraan Pariwisata Bali di Gedung DPRD Bali, Jumat (21/2/2020).

Kata Gung Adhi mengatakan dalam pembahasan Perda ini pihaknya bisa memberikan waktu sampai satu setengah bulan.

“Tapi intinya kami siap untuk membahas dalam waktu satu setengah bulan,
Yang terpenting bagi Pansus ini adalah adanya kesamaan visi.
Sudah jelas ada kesamaan visi mengenai pariwisata berkelanjutan dan pariwisata budaya, ” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa mengatakan pihaknya
siap mengkomunikasikan jika harus ditambahkan pariwisata budaya.
Menurutnya hal itu merupakan ranah Dewan dan akan segera disampaikan ke Gubernur Bali.

Tujuan pembuatan Perda Penyelenggaraan Kepariwisataan ini adalah untuk memperkokoh pariwisata budaya yang lebih berkualitas karena mulai dari produk -produk yang ditawarkan, cara melayani turis Dan pengelolaannya belum ada standarnya.

Hal itu terjadi dibeberapa tempat, sedangkan seperti hotel sudah ada standarnya, sedangkan standar untuk destinasi hanya beberapa saja yang punya.

“Inilah yang mau kita perkokoh supaya gimana sih toiletnya apakah sudah memenuhi syarat apa belum, parkirnya bagaimana, apa ada papan informasi, supaya nyaman mereka (turis) datang ke Bali,” jelasnya.(art/BPN/tim)