Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry bersama Komisi II Lakukan kunjungan pelayanan PKB dan BBNKB di kabupaten

DENPASAR, balipuspanews.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Sugawa Korry merekomendasikan agar pemerintah membuka kembali gerai yang tutup seperti misal Samsat pembantu di Ubud.

“Demikian juga disarankan gerai yang sebelumnya ditutup agar di jajagi untuk dibuka kembali dengan tetap melaksanakan sop covid 19,” kata Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry ketika dimintai keterangannya Jumat (22/5/2020).

Dibukanya gerai -gerai itu berdasarkan hasil pengamatan dilapangan, para petugas ada dalam kondisi semangat dan motivasi yang baik, partisipasi masyarakat memenuhi kewajibannya juga cukup bagus.

“Nah ,dan kalau diikuti oleh pengembangan kreativitas dan inovasi pelayanan seperti meningkatkan kualitas kerjasama dengan dukungan IT dan SDM terkait maksimalisasi kerjasama dengan LPD, Bumdes dan koperasi dengan tahapan pemberian diklat yang memadai antara badan pendapatan daerah, dinas koperasi, BPD bali serta LPD bali, saya yakin pelayanan akan lebih cepat dan lebih dekat di masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh ditekankan, pemantapan, dukungan dan monitoring terhadap aparat pelaksana dibawah, sangat penting, karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah kunci strategis dalam konteks program penanganan dampak covid 19 di Bali dan keberlangsungan pembangungan di berbagai bidang.

Saat ini kata politisi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali ini mengatakan DPRD Bali ditengah tengah suasana pandemi covid 19 di Bali telah merekomendasikan toleransi penurunan target pad sebesar 25 persen. Artinya target pad 2020 yang harus dicapai dikisaran 75 persen dari target pad tahun 2020 sebesar 3,7 Trilyun.

“Dari target tersebut diharapkan mayoritas dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB ) berdasatkan hasil pantauan saya bersama sama denga komisi II DPRD di beberapak Kabupaten di Bali sampai dengan tanggal 18 mei 2020 sudah tercapai rata rata dikisaran 34 persen lebih dari target (3,2 Trilyun),” jelasnya.

Berdasarkan pengamatan dilapangan, kalau kondisinya tetap seperti saat ini, sambung politisi asal Buleleng ini menyampaikan diperkirakan 70 persen dari target bisa dicapai, dan kalau diikuti oleh pengembangan kreatifitas dan inovasi pelayakan, target 75 persen bisa di capai.

Editor : Putu Artayasa