Dewan Bangli Bersikap Wait and See Soal Rencana Dibukanya Bandara Ngurah Rai Untuk Wisatawan Asing

Komang Charles wakil ketua DPRD Bangli
Komang Charles wakil ketua DPRD Bangli

BANGLI, balipuspanews.com – Berkembangnya informasi bandara Ngurah Rai Bali akan dibuka untuk wisatawan asing awal Desember 2020, mendapat tanggapan beragam. Wakil Ketua DPRD Bangli I Komang Charles misalnya. Politikus asal Kintamani ini lebih memilih sikap wait and see

“Kewenangan ada di Pemerintah Pusat. Kalau kita di daerah kan menerima saja apa yang menjadi keputusan pusat,” ujarnya kepada balipuspanews.com Minggu, (15/11/2020).

Politikus Demokrat ini menegaskan, daerah tidak punya kewenangan untuk menolak terkait rencana akan dibukanya destinasi penerbangan wisatawan asing ke Bali.

“Kalau menurut kajian pusat itu adalah hal yang baik, dalam rangka pemulihan ekonomi dan hal yang lain, ya silahkan. Dan, kita hanya waspada saja, ketika Pemerintah Pusat sudah membuka destinasi penerbangan wisatawan asing ke Bali,” tegasnya.

Baca Juga :  UMK Badung Naik 6,8 Persen, Gaji Karyawan Minimal Rp 3,1 Juta

Lebih kata Charles, daerah harus melakukan langkah antisipasi dengan menerapkan pola hidup dalam tatanan kehidupan new normal.

“Jadi tetap seperti itu, dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M),” sebut Charles.

Seperti diketahui, obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Bangli, khususunya yang sudah mulai beroperasi kembali, kini telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 (3M) secara ketat.

Salah satunya adalah obyek wisata Penglipuran yang terletak di Kelurahan Kubu, Bangli. Dalam mengantisipasi penyebaran virus, pihak pengelola telah menyediakan tempat cuci tangan/wastafel beserta sabun. Selain itu, sebelum memasuki areal tempat wisata pengunjung akan dicek suhu tubuhnya terlebih dahulu. Disamping itu, pihak pengelola juga terus menghimbau para pengunjung agar terus menjaga jarak dengan menggunakan pengeras suara.

Baca Juga :  KIB Prioritaskan Airlangga, Pengamat: Pantas, Punya Karir dan Kinerja Cemerlang

Seperti diketahui, sesuai Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, hanya warga negara asing (WNA) yang melakukan perjalanan bisnis saja yang diizinkan memasuki wilayah Indonesia.

Sedangkan wisatawan asing di luar kepentingan bisnis belum ada pernyataan resmi dari pemerintah.

Pihak pemprov Bali sendiri melalui Sekda Bali Dewa Made Indra sebelumnya menyebutkan, rencana pembukaan bandara untuk wisman baru sebatas kajian pemerintah pusat dan daerah.

PENULIS : Komang Rizki

EDITOR : Oka Suryawan