Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengDewan Berikan Solusi ke Desa Usai Kasus DBD di Buleleng Meningkat

Dewan Berikan Solusi ke Desa Usai Kasus DBD di Buleleng Meningkat

BULELENG, balipuspanews.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan. Menyikapi hal itu Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna ikut memberi solusi kepada masing-masing desa menganggarkan alat Fogging. Apalagi kasus DBD sendiri terjadi hampir setiap tahunnya.

Supriatna pun menyarankan sudah harusnya pemerintah desa menganggarkan pembelian alat Fogging melalui dana desa. Bahkan Ia memperkirakan harga satu alat harganya sekitar Rp 15 Juta dan sudah bisa dipakai setiap tahunnya.

“Para Perbekel sudah sepatutnya membeli alat Fogging, sebab Kasus DBD kan sudah pasti terjadi di setiap tahunnya. Harga alatnya juga Rp 15 Juta,” sebut dia, Selasa (23/4/2024).

Ketua DPRD dua periode ini, menyebutkan bahwa selama ini angka kasus DBD memang terjadi peningkatan di beberapa wilayah di Buleleng. Bahkan sudah beberapa desa mulai melakukan upaya untuk menekan kasus. Salah satunya inisiatif melakukan fogging secara mandiri untuk mencegah penyebaran DBD yang lebih luas.

“Kami apresiasi ada juga Desa memilki inisiatif secara swadaya bahkan mandiri untuk melakukan Fogging. Mudah-mudahan yang sudah dilakukan bisa menekan kasus. Karena ini (DBD) menjadi momok setiap tahunnya, saya harap tidak hanya pemerintah semata yang melakukan penanggulangan tapi masyarakat juga sadar untuk menerapkan 3M plus,” imbuhnya.

BACA :  Diserang DB, Anak 6 Tahun di Klungkung Meninggal

Sementara, Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menerangkan penanganan DBD seharusnya tidak dilakukan ketika kasus sudah meningkat. Antisipasi kasus seharusnya dilakukan sebelum peralihan musim. Sebab, pada peralihan musim itulah biasanya kasus DBD meningkat.

“Jangan seperti pemadam kebakaran, ketika sudah ada kasus baru ada penanganan. Semestinya harus mengantisipasi kasus. Namun yang jelas, kita sudah perintahkan instansi terkait untuk segera menangani,” terang dua.

Untuk diketahui kasus DBD di Kabupaten Buleleng masih cukup tinggi. Bahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng mencatat, secara kumulatif pasien yang dirawat akibat DBD hingga pertengahan April 2024 mencapai 515 pasien lebih.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular