Dewan Buleleng Minta Penjelasan Secara Detail Terkait Presentasi Soal PEN

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna,SH
Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna,SH

BULELENG, balipuspanews.com – Pemulihan ekonomi ditengah pandemi memang begitu diperlukan setiap daerah tanpa terkecuali Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng yang berencana untuk melakukan peminjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) merupakan program pemerintah pusat untuk percepatan pemulihan ekonomi dampak dari pandemi covid-19.

Hal ini diungkapkan TAPD Kabupaten Buleleng dalam rapat pembahasan KUA dan PPAS tahun 2012 antara Badan Anggaran DPRD Buleleng dengan TAPD Buleleng di Ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng, Selasa (20/10/2020).

Rapat dipimpin oleh Ketua Badan Anggaran DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH dengan dihadiri oleh anggota Banggar dan Sekda Buleleng sebagai Ketua TAPD Drs. Gede Suyasa.M.Pd beserta jajarannya.

Drs. Gede Suyasa.M.Pd memaparkan rencana rancangan KUA dan PPAS tahun 2021 sebesar Rp. 2,7 triliun lebih dengan merancang kegiatan yang berdampak langsung pada pemulihan perekonomian masyarakat di Kabupaten Buleleng. Pemerintah Daerah akan mengajukan PEN ke Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Kabupaten Buleleng sebesar Rp. 571 milyar dengan jangka waktu 10 tahun yang bunganya disubsidi oleh Pemerintah Pusat. Apabila hal tersebut bisa terealisasi dan pemulihan bisa terlaksana dengan cepat dan produktif maka pihaknya memperkirakan pembayaran setiap tahunnya tidak akan menjadi beban berat.

“Dengan adanya PEN maka pemulihan ekonomi bisa lebih cepat, jika pemulihan ekonomi lebih cepat dan produktif maka pendapatan akan lebih tinggi sehingga tidak akan menjadi beban berat ketika melakukan pembayaran tiap tahun,” paparnya.

Disisi lain Ketua Banggar DPRD Buleleng Gede Supriatna,SH ditemui usai rapat menyatakan, saat ini pembahasan KUA dan PPAS tahun 2021 belum bisa dilanjutkan. Ini dikarenakan adanya perbedaan pembahasan KUA dan PPAS tahun 2021 sebelumnya dengan yang dibahas saat ini.

“KUA dan PPAS yang dibahas hari ini sudah memasukan rancangan peminjaman dana PEN senilai Rp. 571 milyar, jelasnya.

Lebih jauh pihaknya menegaskan masih perlu adanya penyampaian yang lebih detail lagi kepada seluruh anggota DPRD Buleleng tentang rancangan penggunaan dana. Sehingga setia anggota bisa memahami dengan baik setia anggaran tanpa ada batasan. Selanjutnya, DPRD Buleleng akan mengagendakan rapat dengan TAPD Buleleng untuk mempresentasikan lebih detail mengenai dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini.

“Kami merasa seluruh anggota DPRD perlu mendapat penyampaian tidak terbatas pada Badan Anggaran saja,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan