Anggota DPRD Kabupaten Buleleng rapat marathon kebut APBD Perubahan.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com – Pembahasan APBD Perubahan 2018 dan KUA-PPAS mulai bergulir di DPRD Buleleng sejak Senin (12/8). Agenda pembahasan benar-benar dikebut. Dengan harapan APBD Perubahan bisa ketok palu pada Rabu (14/8).

Seolah tak ingin pembahasan APBD Perubahan 2018 dan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2019 terganggu, pemerintah meminta pembahasan dua agenda itu dilakukan secara marathon.

Nah, jika Rabu (14/8) besok APBD Perubahan belum ketok palu, maka kemungkinan besar pembahasan APBD Perubahan akan molor. Sebab pemerintah harus menanti pembentukan komisi-komisi di DPRD Buleleng. Termasuk menanti bimbingan teknis yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, draft pembahasan memang baru diterima DPRD Buleleng pada akhir pekan lalu. Sejatinya, ia telah mengingatkan agar Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengajukan draft jauh-jauh hari. Sehingga pembahasan tak dilakukan secara mendadak dan terburu-buru.

“Sebenarnya kami kan sudah minta dari awal bulan lalu. Biar bisa segera dibahas. Sebab waktunya sempit. Kalau diserahkan ke periode berikutnya, itu kan ada dinamika politik yang harus dilalui. Bisa-bisa terlambat penetapannya (APBD Perubahan),” kata Supriatna.

Lantaran baru diserakan pada dewan, pihaknya pun akan berupaya menyelesaikan pembahasan seefektif mungkin dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Sementara itu Sekkab Buleleng Dewa Ketut Puspaka mengatakan, draft baru diajukan pada dewan karena pemerintah harus mendapat kepastian terhadap sumber-sumber pendapatan.

“Kami ingin perencanaan yang riil, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Sehingga predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang sudah kita raih lima kali berturut-turut ini bisa dipertahankan,” kata Puspaka.

Badan Anggaran DPRD Buleleng dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hingga petang kemarin, masih melakukan pembahasan. Rencananya pembahasan akan dilanjutkan kembali pada hari ini (13/8), sebelum dibawa ke rapat paripurna DPRD Buleleng pada Rabu (14/8).