Sekretaris Komisi III DPRD Buleleng, Wayan Masdana.
sewa motor matic murah dibali

Singaraja, balipuspanews.com — Anggota Komisi III DPRD Buleleng, Wayan Masdana menyatakan akan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng agar memberikan bantuan berupa dana stimulan kepada korban terdampak gempa di Buleleng.

Menurutnya, dana stimulan kepada korban terdampak gempa bakal segera diusulkan pada anggaran perubahan di tahun 2018.

“Kita tahu anggaran di BPBD Buleleng saat ini minim, namun ada usulan saat rapat untuk menggunakan biaya tak terduga (BTT). Ya, BTT itu kita dorong ke BPBD dijadikan dana stimulan, sebelum diberikan kepada para korban terdampak gempa di Buleleng,” ungkap Masdana, dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (31/8) sore.

Politisi PDIP asal Desa Tamblang menyebut, besaran dana stimulan berasal dari BTT, nantiny bakal diusulkan dalam anggaran perubahan jumlahnya diperkirakan sebesar Rp 3 Miliar.

“Kita berharap, BTT sebesar Rp 3 Miliar dicadangkan di Kabupaten, nantinya bisa dimanfaatkan untuk rehab rumah para korban terdampak gempa. Catatan kami, kerusakan fisik paling parah ada di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Sawan,” pungkasnya.

Data dihimpun, gempa berpusat di Lombok Utara, juga dirasakan hingga Kabupaten Buleleng. Kerasnya guncangan gempa bahkan mengakibatkan beberapa desa di Kabupaten Buleleng mengalami kerusakan.

Hasil survey dan laporan diterima BPBD Buleleng berdasarkan kerugian fisik dampak gempa Lombok di Kabupaten Buleleng per 23 Agustus 2018.

Kecamatan Tejakula, Rp 368 juta

Kecamatan Kubutambahan, Rp 2. 857. 000.000.

Kecamatan Sawan, Rp 3.644.500.000.

Kecamatan Buleleng, Rp 1.963.000.000.

Kecamatan Sukasada, Rp 1.653.000.000.

Kecamatan Seririt, Rp 25 juta.

Kerugian diprediksi akan bertambah, mengingat belum semua desa terdampak melaporkan jumlah kerusakan.

Tinggalkan Komentar...