Distribusi- BPBD Jembrana saat mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air.
Distribusi- BPBD Jembrana saat mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Kekeringan yang terjadi di Jembrana memang sudah berusaha diatasi oleh BPBD dengan mendistribusikan air bersih. Namun cara itu sifatnya hanya jangka pendek sementara ancaman kekeringan akan terjadi setiap tahun.

Untuk mengatasi kekeringan itu selain dengan solusi jangka pendek juga harus dilakukan juga solusi jangka panjang. Seperti memperbaiki hutan sebagai sumber air yang kini rusak akibat ilegalloging maupun alih fungsi lahan, juga dengan membangun penampungan air berkapasitas besar.

Solusi itu disampaikan oleh anggota DPRD Jembrana IB Susrama. Menurut Susrama hutan yang menjadi penyimpanan air agar dilestarikan.

Tentunya dengan tindakan serius menangani kerusakan hutan dari semua pihak termasuk masyarakat.

“Sehingga air tetap ada meski saat musim kemarau,” ujarnya.

Selain pelestarian hutan, juga perlu dibangun penampungan air yang mampu menampung air dalam jumlah banyak seperti bendungan atau embung di hulu. Embung itu agar dibagun sisetiap kecamatan dan desa sehingga bisa menampung air ketika hujan dan disalurkan ketika musim kemarau.

“Jika itu dilakukan maka tidak ada lagi istilah krisis air dan kekeringan di Jembrana,” ungkapnya.

Lanjut Susrama, Jembrana juga harus berhitung air baku dimana sumbernya sudah ada. Namun perlu dibarengi infrastruktur bendung-bendung kecil. Selain itu juga perlu minta bantuan ke pusat untuk daya tampung air baku ini.

“Jika di tiap kecamatan ada, tentu tidak akan kelabakan memenuhi kebutuhan air,” jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susila Artha Permana Selasa (10/9) mengatakan sejak terjadi kekeringan sudah mendistribusikan 18 tangki air bersih ke wilayah diantaranya Pancardawa Pendem, Berangbang, Yehembang, Kombading Pengambengan, Berangbang dan Awen Lelateng.

“Awen Lelateng kami baru menerima informasi. Kami belum distribusikan air. Di Awen ada 27 KK. Kami juga sudah mengirim satu tangki air untuk 25 KK ke Berangbang,” ujarnya. (nm/bpn/tim)