Dewan Jembrana Pertanyakan Penanaman Pohon di Trotoar
Pohon perindang ditanam di trotoar

NEGARA, balipuspanews.com- Program penataan Kota Negara dengan menanam pohon perindang jalan jenis bungur atau tangi menuai pertanyaan dari dewan. Sebab, pohon perindang jalan itu ditanam di totoar bukan dipinggirnya.

Pertaanyaan itu muncul dari Wakil Ketua DPRD Jembrana, Made Putu Yudha Baskara setelah melihat penanaman pohon perindang di trotoar depan pertokoan dan Pasar Umum Negara, Jalan Ngurah Rai dan Jalan Pahlawan. Menurut Yudha Baskara trotoar yang dibangun tersebut sudah bagus.

Namun dengan ditanami pohon perindang ditrotoar itu dikahwatirkan akarnya merusak trotoar.

Menurutnya, jika ingin meniru penataan seperti di daerah lain, semestinya diperhitungkan bagaimana metode penerapannya.

Seperti di Surabaya dimana sepengetahuannya, pohon perindang yang ada di badan trotoar, pohonnya ditanam lebih dulu, dan barulah dilakukan penataan trotoar.

“Saya tidak ngerti maksud pohon perindang itu ditanam di badan trotoar. Jika Kalau pohon memang sudah ada, tidak masalah. Tetapi pohon ini baru ditanam setelah trotar ada. Apa akarnya tidak akan naik merusak trotoar?,” ujarnya.

Wakil rakyat dari partai Gerindra ini berharap ada metoda khusus yang sudah dilakukan untuk mencegah trotoar cepat rusak.

“Tetapi kalau logika saya, lambat laun akar-akar pohonya ini akan merusak trotoar,” ungkapnya. Semestinya jika ingin membuat suasana asri, lebih baik pohon perindang ditanam di bahu jalan seperti yang sudah ada. Karena selain berpotensi merusak trotoar juga mempersempit akses pejalan kaki .

“Kalau diisi pohon begini, fungsi trotoar kan berubah. Tidak leluas orang jalan. Apalagi kalau yang lewat orang disabilitas pakai kursi roda. Apa tidak menganggu,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Kade Subamia, saat dikonfirmasi, mengatakan, penanaman pohon perindang di trotoar, itu memang baru pertamakali dicoba.

Sebelum penanaman dilakukan, sudah diperhitungkan kemungkinan akar pohon akan merusak jalan dan sudah dicarikan solusi untuk mengantisipasi kerusakan trotoar itu dnegan memasang buis beton disetiap lubang yang ditanami pohon itu. Setiap bus beton dalamnya setengah meter sehingga akar pohon tidak akan menyebar ke samping tetapi kebawah.

“Dibawah buis beton itu adalah tanah sehingga akar yang tidak bisa kesamping karena terhalang buis beton akan mengarah ke bawah sehingga trotoar akan aman,” jelasnya. (nm/bpn/tim)