Dewan Klungkung Minta Aset milik Klungkung Sebaiknya Dipinjam Pakai

Sidang DPRD Kabupaten Klungkung terkait aset untuk PKB yang berlangsung di Kantor DPRD Klungkung
Sidang DPRD Kabupaten Klungkung terkait aset untuk PKB yang berlangsung di Kantor DPRD Klungkung

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Rencana Pemkab Klungkung untuk menghibahkan aset Pemkab Klungkung di eks galian C Desa Gunaksa mendapatkan tentangan dari anggota DPRD Klungkung.

Para wakil rakyat tersebut lebih setuju untuk memberikan pinjam pakai dibandingkan harus memberikan aset Klungkung tersebut secara cuma-cuma.

Hal ini dilakukan agar Kabupaten Klungkung juga memiliki wewenang di dalam pengelolaan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) nantinya.

Hal ini terungkap di dalam rapat koordinasi DPRD Klungkung dengan TPHD Kabupaten Klungkung terkait persetujuan hibah tanah untuk dipergunakan dalam rangka visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, Senin (4/7/2022) lalu di Kantor DPRD Klungkung.

Sementara itu anggota DPRD Klungkung dari Partai PDI Perjuangan, Sang Nyoman Putra Yasa mengungkapkan sampai saat ini pengelolaan PKB yang dibangun di bekas galian C Desa Gunaksa, Klungkung masih belum jelas.

Untuk itu Sang Nyoman pun meminta agar aset dari Pemkab Klungkung ini hanya diberikan pinjam pakai saja.

“Untuk sementara waktu kita akan pinjam pakaikan, setelah kita tau bahwasanya akan dikelola seperti apa. Saat dikelola oleh Perseroda atau BUD ketika kita nanti memohon untuk mendapatkan sesuatu berupa saham tidak kembali dari awal. Agar tidak barang yang kita serahkan ketika berpenghasilan baru kita minta,” bebernya.

Tanggapan juga disampaikan anggota DPRD Klungkung dari Partai Demokrat Gede Artison Andarawata sangat setuju dengan usulan Sang Nyoman agar aset milik Pemkab Klungkung diberikan dengan status pinjam pakai.

“Jangan langsung ujug-ujug kita berikan tanpa kita tau nanti menjadi apa. Kita sudah cukup jadi daerah miskin sekian lama. Jangan serta merta diberikan begitu saja,” ucap anggota dewan yang akrab dipanggil Sony ini.

Pihaknya pun mempertanyakan nasib Dermaga Gunaksa ke depannya setelah adanya PKB tersebut. Pihaknya pun meminta untuk kejelasan nasib Dermaga Gunaksa setelah PKB ini terwujud.

“Dengan adanya PKB ini dermaga Gunaksa nanti bagaimana nasibnya. Apakah ini ditutup, mati atau masih berlanjut, tolong berikan kejelasan juga,” pintanya.

Sony menegaskan agar Pemkab Klungkung jangan menyerahkan aset yang telah dibangun bertahun-tahun dengan nilai ratusan miliar ini untuk ditutup begitu saja karena adanya PKB.

Hal serupa juga disampaikan anggota DPRD Klungkung dari Partai Gerindra, Anak Agung Gde Sayang Suparta meminta agar keberadaan PKB di bekas Galian C ini jangan sampai menjadi skandal untuk menutupi kegagalan Dermaga Gunaksa.

“Ketika Rp 197 miliar dana keluar dari pusat tidak termanfaat untuk masyarakat akan jadi temuan. Apalagi tiangnya sudah tidak ada, kabelnya sudah masuk ke laut. Stavoltnya dicabut PLN. Rumah gensetnya sudah hilang. Dermaga hanya tinggal rundoornya saja yang sudah hancur,” ungkap Tokoh Puri Satria, Dawan ini tegas.

Penulis: Roni

Editor: Budiarta