Gde Artison putra Maestro lukis Klungkung Nyoman Gunarsa ini tegas.
Gde Artison putra Maestro lukis Klungkung Nyoman Gunarsa ini tegas.

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Anggota Dewan Klungkung dari Komisi II , Gde Soni Artison Andarawata meminta  penggunaan aspal yang lebih baik daripada Collmix untuk dipergunakan di wilayah Nusa Penida.

 Menurutnya Collmix yang sebenarnya efektif untuk dipakai  menambal aspal saja atau pengaspalan  di gang desa-desa atau kampung,karena collmix tidak kuat di daerah lembab dan panas.
“ Aspal Collmix hanya cocok pada  beban jalan juga rendah, masa pakai 2-3 tahunan sudah menurun bahkan rusak kalau diaplikasikan kejalan raya,akan sangat boros dan harus terus diadakan proyeknya,”ujarnya Gde Artison putra Maestro lukis Klungkung Nyoman Gunarsa ini tegas.

 Dirinya ingin kedepannya kualitas aspal di Kabupaten Klungkung ditingkatkan. Dia juga mengapresiasi ketika Dinas PUPR ,sempat mengatakan akan mencoba aspal CPHMA di Kabupaten Klungkung,karena hal tersebut sebagai langkah bagus untuk Kabupaten Klungkung dalam meningkatkan kualitas aspal.

 Aspal CPHMA atau cold paving hotmix asbuton alias campuran panas aspal asbuton yang dihampar dingin oleh pabrikasi dilakukan dengan AMP panas dan diberi anti pembekuan, sehingga aspal dalam kondisi suhu dingin atau suhu ruangan bisa didistribusikan ke lokasi dan dihampar selanjutnya untuk melakukan pengerjaan  pengaspalan.

 Menurutnya Kualitas CPHMA sendiri sama dengan Hotmix,bahkan diuntungkan untuk daerah kepulauan seperti Nusa Penida. Namun kelemahannya dalam mengaplikasikan aspal CPHMA ini dimana rekanan atau kontraktor yang akan mengambil dan melaksanakannya harus menguasai terlebih dahulu tehnologinya dan diharafkan memiliki AMP (bisa di daratan).

 “Kami akan mendorong rekanan melalui asosiasinya agar melakukan inovasi dan pembelajaran karena arah Kabupaten Klungkung adalah arah kemajuan. Sementara  yang tidak mau inovasi akan ketinggalan,”ujar Soni Andarawata tegas.

 Lebih lanjut Sony Andarawata menyinggung  satu lagi adalah pemanfaatan limbah plastik diolah menjadi aspal dan hal ini  cukup efektif untuk memanfaatkan sampah plastik yang di cacah dan dimasukan kedalam AMP sebelum aspal, atau kepada batu aspal sehingga plastik menyelimuti batuan selanjutnya baru dimasukan aspal.

 Pengerjaannya dengan perbandingan 1 ton hotmix diberi 3,6 kg plastik atau di angka 4-5 persen ,dan hasilnya akan membuat aspal lebih awet dan tidak mudah pecah-pecah.

Diharapkan benefitnya selain mengatasi masalah sampah plastik juga memperkuat aspal atau meningkatkan kualitas aspal yang dipergunakan rekanan.

Disamping itu manfaat pastinya dari sisi isu mikroplastik juga bisa diminimalisir karena aspal akan menghentikan penguraian plastik.(Roni/BPN/tim)