Air terjun lembah arca diareal Segening Bangli bila dikelola dengan baik bisa menyumbang PAD untuk Bangli
Air terjun lembah arca diareal Segening Bangli bila dikelola dengan baik bisa menyumbang PAD untuk Bangli

BANGLI,balipuspanews.com- Munculnya banyak obyek wisata baru di Kota Dingin Bangli mendapatkan perhatian dari DPRD Bangli. Bahkan, ketua DPRD Bangli I Wayan Diar mengaku siap menjembati pengembangan destinasi baru yang banyak bermunculan diberbagai desa.

Menariknya politikus moncong putih asal Belantih, Kintamani itu mengaku dewan sejauh ini belum diajak berkoordinasi terkait penataan maupun pengembangkan obyek wisata baru yang diharapkan bisa menyumbang PAD untuk Bangli.

“ Memang itu kewenangan eksekutif. Tapi sebagai wakil rakyat kita siap memfasilitasi dengan pihak terkait untuk menyamakan persepsi dan mencari solusi terbaik,” kata Diar.

Diar yang juga sekretaris DPC PDIP Bangli itu juga mempertanyakan eksekutif baru hadir ketika obyek wisata disuatu tempat sudah ramai pengunjung.

“ Jangan sampai ketika sudah menghasilkan baru turun mendukung,” kritiknya.

Atas persoalan tersebut, politikus senior yang dikenal merakyat itu mengakui banyak anggota dewan yang mempertanyakan langkah dinas terkait yang muncul ketika obyek mulai menghasilkan.

Untuk itu, Diar yang dijagokan akan mendapatkan rekomendasi sebagai calon wakil bupati asal PDIP mendampingi Sedana Artha itu mendesak agar pihak terkait mulai dari tokoh masyarakat, pengelola, pemerhati pariwisata, eksekutif dan dewan bisa bertemu untuk mencari solusi terbaik. Dengan melibatkan banyak pihak, demikian Diar, akan banyak masukan dan solusi yang muncul sehingga pengembangan destinasi baru pariwisata bisa maksimal.

Seperti diketahui di Bangli Pemkab Bangli melalui dinas pariwisata akan melegalisasi sejumlah obyek wisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara itu  pertemuan yang digelar tahun 2019  oleh Disparbud dengan sejumlah pengelola objek wisata yang akan dilegalisasi seperti Tukad Cepung Waterfall, Twin Hill dan Tibumana Waterfall sejauh ini belum menemui titik temu. (bas/tim/bpn)