Situasi rapat di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Buleleng.

SINGARAJA, balipuspanews.com – DPRD Buleleng menyepakati perubahan status PDAM Buleleng, dari semula Perusahaan Daerah (PD), menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Hita Buleleng. Kesepakatan disampaikan dapat rapat di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Buleleng, Senin (9/12).

 

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Buleleng Gede Suradnya. Sedangkan dari eksekutif hadir Asisten Tata Pemerintahan Setda Buleleng Putu Karuna.

 

Meski telah disepakati, dewan memberikan sejumlah catatan. Salah satunya, meminta PDAM Buleleng melibatkan DPRD Buleleng dalam penyesuaian tarif air minum. Mengingat dalam aturan yang baru, penyesuaian tarif akan dilakukan secara berkala tiap tahunnya, sesuai dengan rencana bisnis perusahaan.

 

“Kami harap ada komunikasi yang baik dengan DPRD. Sehingga saat ada putusan yang terkait dengan rakyat, terutama sekali kenaikan tarif, kami bisa tahu,” kata Suradnya.

 

Secara aturan sebut Suradnya, dewan memang tak bisa menyampaikan kata setuju atau menolak kenaikan tarif.

 

“Tapi setidaknya dikonsultasikan pada kami. Kalau konsultasi kan boleh. Saat konsultasi itu, kami bisa sampaikan masukan-masukan yang perlu,” tegasnya.

 

Sementara, Dirut PDAM Buleleng Made Lestariana mengaku sepakat dengan dewan. Menurutnya dalam Permendagri Nomor 71 Tahun 2016, memang tak ada kewajiban meminta persetujuan pada dewan, saat terjadi kenaikan tarif.

 

“Tapi kami akan sampaikan pada DPRD. Dalam penyesuaian tarif itu kan ada masa konsultasi publik. Saat masa itu, kami akan minta masukan pada pelanggan, termasuk pada anggota dewan, apabila kami akan menaikkan tarif,” singkatnya.