Minggu, Juli 21, 2024
BerandaNasionalJakartaDharma Santi Nasional 2023, Ketua MPR RI: Rekatkan Ikatan Soliditas Kebangsaan

Dharma Santi Nasional 2023, Ketua MPR RI: Rekatkan Ikatan Soliditas Kebangsaan

JAKARTA, balipuspanews.com – Puncak Rangkaian Perayaan Hari Suci Nyepi Saka 1945/2023 Dharma Santi Nasional akan dilaksanakan pada Jumat 12 Mei 2023 di Gedung Balai Samudera, Jakarta.

Pelaksanaannya diharapkan dapat memberikan inspirasi untuk selalu menjaga keharmonisan hidup sebagai jalan menuju kebahagiaan.

“Mengangkat tema Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Kita Sukseskan Pesta Demokrasi Indonesia, menunjukan bahwa melalui perayaan ini diharapkan dapat merekatkan ikatan soliditas kebangsaan, khususnya dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada Serentak 2024,” ucap Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) usai menerima Panitia Dharma Santi Nasional di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Turut hadir antara lain, Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Panitia Dharma Santi Nasional Laksamana Pertama TNI IGP Alit Jaya, Sekretaris Panitia D. Sures Kumar, serta pengurus PHDI Pusat Yanto Jaya dan Wayan Kantun Mandara.

Bamsoet berharap tema Dharma Santi Nasional di tahun politik ini dapat menjadi penyemangat persatuan sehingga masyarakat tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pandangan dan pilihan politik.

BACA :  Buruh Proyek Gasak Motor Scoopy di Pinggir Jalan

“Mengingat dalam Tri Hita Karana umat Hindu diajarkan bahwa srada bhakti pada Tuhan harus juga diwujudkan dengan menjaga keharmonisan dengan sesama, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan alam lingkungan di sekitar kita,” kata Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan ini menjelaskan, perbedaan latar belakang agama, suku, dan budaya bukanlah penghalang bagi anak bangsa untuk bersatu dan bukanlah penghalang bagi kita untuk hidup rukun dalam keharmonisan.

Perbedaan juga bukan penghalang untuk hidup saling menghormati, saling membantu, saling tolong menolong, dan membangun solidaritas sosial yang kokoh.

“Semua perbedaan itu tidak harus diseragamkan, tidak juga harus ditiadakan. Semua perbedaan dan keragaman itu justru harus diikat oleh persaudaraan sejati, diikat oleh kebersamaan, diikat oleh kesadaran yang kuat bahwa kita adalah saudara sebangsa dan se-Tanah Air,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Wakil Ketua Umum FKPPI ini menerangkan, Perayaan Nasional Dharma Santi Hari Suci Nyepi juga harus dijadikan sebagai momentum menumbuhkan rasa syukur, kedamaian, dan harmoni dalam setiap hati sanubari bangsa Indonesia. Sekaligus semangat kebangkitan serta tumbuhnya harapan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

BACA :  Diduga Terlilit Tali Layangan, Helikopter Jatuh di Desa Pecatu

“Tugas kita bersama sebagai umat beragama adalah menjaga agar harapan itu terus menebarkan cahaya yang menerangi kehidupan. Lebih penting lagi, adalah mewujudkan berbagai harapan tersebut menjadi kenyataan,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini.

Karenanya, ia berharap momen Perayaan Nasional Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka jangan hanya dimaknai dari aspek ritual peribadatan semata.

“Melainkan juga perlu ditindaklanjuti secara horisontal melalui berbagai kegiatan yang menebar pesan perdamaian, menggugah semangat persaudaraan, membangun rasa kepedulian, dan menjadi penyemangat untuk melakukan pembaharuan,” pungkas Bamsoet.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular