Dharma Yuda, Anak Pejabat Klungkung Divonis 6 tahun Penjara
Pengacara Wayan Sumardika

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Terdakwa penyalah gunaan Narkoba Nyoman Dharma Yudha Hendrawan (22) setelah melalui sidang secara marathon Senin(13/1) akhirnya majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara 6 tahun dengan denda 800 juta.

 Terdakwa Nyoman Dharma Yudha  yang telah mendekam diruang tahanan rutan Klungkung ini  datang disertai penasehat hukumnya Wayan Sumardika ,SH. Dalam persidangan terdakwa tampak pasrah saat vonis dibacakan majelis hakim PN Klungkung terhadap kasus yang menjeratnya.
Menurut Pengacara Wayan Sumardika ditemui Senin(13/1)menyebutkan bahwa hal yang dianggap memberatkan terdakwa karena terdakwa sudah pernah dihukum dalam kasus yang sama. Dengan vonis yang dijatuhkan terhadap cliennya dirinya selaku pengacara terdakwa mengaku masih pikir pikir ,karena ada waktu selama seminggu.

 “ Jika denda tidak dibayarkan diganti dengan hukuman 3 bulan kurungan lagi,”terangnya.

 Sidang PN Klungkung  ini oleh majelis hakim terdakwa dinyatakan bersalah melanggar  pasal 112 juncto 132 UU Narkotika dan vonis hukuman selama 6 tahun penjara dengan denda  Rp 800 juta ,subsider 3 bulan penjara .Sementara Jaksa penuntut umum  menuntut terdakwa dengan hukuman 13 tahun penjara.

 “ Klien saya sangat bersedih dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya ,”ujar Wayan Sumardika kecewa dengan vonis yang dijatuhkan teradap kliennya.

 Dilain pihak Kasi Pidana Umum Kejari Klungkung Ahmad Fatahila menyatakan masih pikir pikir juga dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini.

 Terdakwa Nyoman Dharma Yudha Hendrawan merupakan anak dari oknum pejabat di Klungkung ini sebelumnya ditangkap polisi ,dimana ditangannya  diamankan BB barang bukti 7 paket sabu-sabu dengan berat mencapai 4,81 gram.

 Tersangka Dharma Yudha berdasarkan tuntutan Pasal 114  ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Dengan dijatuhkannya hukuman terhadapnya selama 6 tahun penjara dengan denda Rp 800 juta serta subsider 3 bulan penjara ini ,vonis terdakwa masih terbilang ringan jika merujuk pasal tuntutannya. (Roni/BPN/tim)