Bupati Bangli Made Gianyar kunjungi lokasi kerusakan akibat gempa Lombok NTB
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com- Gempa Lombok NTB berkekuatan 7,0 SR menimbulkan banyak kerusakan diberbagai daerah di Bali. Di Bangli misalnya. Gempa yang berlangsung Minggu Petang ( 5/8) 2018 itu menyebabkan gedung sekolah, rumah warga dan beberapa pura mengalami kerusakan yang cukup parah.

Senin ( 6/8) 2018 bupati Bangli Made Gianyar bersama tim Kalak BPBD, Kasat Pol PP dan bagian protocol  dan pejabat kompeten lainnya mengunjungi lokasi yang rusak karena gempa.

Kunjungan diawali ke Pura Penataran Pande Dalem Majapahir Tatasan yang berlokasi di desa Abang Songan. Disana palinggih Padmasana dan palinggih ibu rusak akibat gempa. Selanjutnya rombongan menuju ke Pura Tuluk Biu Suter dimana banyak kerusakan palinggih. Seperti meru Tumpang telu, padmasana, beberapa pelinggih, Kawitan Batu dinding, Betara Rambut Sedana, Candi Bentar, Betara Manik Anggkeran.

Dari Suter rombongan menuju Desa Cekeng dimana juga terdapat kerusakan yaitu pelinggih ratu sakti penataran. Lanjut ke SMK N 1 Susut, terjadi kerusakan yang sangat parah dimana atap bangunan lantai dua kelas belajar siswa beserta rangka baja roboh total. Perjalanan dilanjutkan ke Pura Kehen yang juga tidak luput dari dampak gempa tersebut yang juga mengakibatkan jatuhnya canti bentar yang ada di sebelah kiri Pura.

“Untuk kerugian sementara masih dalam proses pendataan sehingga dapat dilakukan langkah langkah lebih lanjut,” kata Kalak BPBD Bangli Wayan Karmawan.

Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan dampak terdekat adalah telah terjadi beberapa fasilitas umum seperti jatuhnya beberapa pelinggih di beberapa pura dan  bangunan sekolah.

“Hal itu menandakan bahwa gempa yang terjadi kemarin malam memang cukup keras, bahkan catatan saya pribadi semenjak ingat ini merupakan gempa terhebat,” Kata Gianyar.

Dimana hal itu menimbulkan banyak kerusakan bangunan, dimana dilihat dari totalitas desa yang dilaporkan secara berirarki baik melalui camat kepala desa, babin kamtibnas dan grup penanganan bencana adalah sebanyak 27 desa, bangunan yang telah terkunjungi adalah pura yg banyak terpisah antara kepala dan badannya.

Bahkan ada juga bangunan warga yang baru diberikan bedah rumah juga terdampak gempa sehingga rata dengan tanah. Jadi totalitas kerugian sementara dilihat dari hitungan mata mencapai diatas dua milyar. Hal itu belum dapat dihitung secara detail karena masih dalam proses pengumpulan data.

Hal yang harus dilakukan adalah sesuai norma dasar yaitu restitutio integrum (Pemulihan secara Utuh) adalah dimana ada gangguan keseimbangan dan setiap terjadi keruskan harus dibenahi. Fasilitas umum misalkan sekolah ini adalah sesuai dengan kewenangan provinsi, tentunya nanti melalui kegiatan yaitu kegiatan pembangunan di tahun 2019, sebab anak anak harus segera tertangani proses belajarnya mengajar tidak boleh terganggu terlalu lama.

Antisipasi dalam jangka pendek adalah sementara siswa telah disebarkan digabung dengan kelas yang lain sehingga dapat dilakukan proses belajar dengan wajar. Kaitanya dengan tempat ibadah juga berirarki dimana kewenanganya ada di desa pakraman tetapi kita dapat lihat dari jenis kegiatan baik itu bansos, GGS gerbang Gita Santi dan lainnya.

Bantuan darurat terkait dengan orang ada 6 orang juga telah tertangani ada yang langsung kerumah sakit dan sudah pulang. Bantuan juga berupa logistik santunan. untuk yang di desa yang jumlahnya sedikit sedikti masih dikelompokkan sehingga untuk smentara bisa ditampung oleh kerabat terdekat sampai proses perbaikan. Kaitannya dengan dana tak terduga yang ada di Kabupaten Bangli semementara telah teralokasi pertama untuk menangani jembatan putus di Desa Sulahan dan mengangkat air yang meluap di danau batur.

“Meski demikian kaitanya dengan musibah ini masih di carikan jalan keluar, tapi yakinlah kita akan tangani dengan baik untuk memulihkan trauma dan kerugian yang terjadi,” Kata Mande Gianyar. ( rls/bas)

Tinggalkan Komentar...