Feby yang merupakan mahasiswa jurusan manajemen disalah satu universitas ternama di Buleleng dan juga sang adik yang baru saja tamat dari sekolah menengah atas ini memiliki ide untuk memulai memasarkan hasil masakan mereka bersama sang ibu ke teman serta tetangga dilingkungan sekitarnya
Feby yang merupakan mahasiswa jurusan manajemen disalah satu universitas ternama di Buleleng dan juga sang adik yang baru saja tamat dari sekolah menengah atas ini memiliki ide untuk memulai memasarkan hasil masakan mereka bersama sang ibu ke teman serta tetangga dilingkungan sekitarnya

SINGARAJA, balipuspanews.com – Berawal dari senang melihat sang ibu yang memiliki hobi memasak dan sering ikut membantu, ide kreatif kakak beradik asal Kelurahan Banjar Tegal, Buleleng bernama Gede Feby Suarjaya Putra, 20 dan adiknya Kadek Indah Sukma Dewi, 17 untuk membuka sebuah usaha rumahan dengan beberapa menu seperti Nasi goreng, Lalapan, siomai, serta bihun mulai muncul.

Feby yang merupakan mahasiswa jurusan manajemen disalah satu universitas ternama di Buleleng dan juga sang adik yang baru saja tamat dari sekolah menengah atas ini memiliki ide untuk memulai memasarkan hasil masakan mereka bersama sang ibu ke teman serta tetangga dilingkungan sekitarnya.

Meski terbilang masih awam penghasilan yang didapat bisa mencapai 50 ribu hingga 100 ribu dalam sehari. Hal tersebut sudah dijalani kurang lebih 3 bulan semenjak pandemi covid-19 melanda.

Kata gengsi mungkin tidak lagi mampu untuk menggoda dirinya dan sang adik dalam memasarkan daganganya via online sekaligus melakukan cod dengan konsumen.

“Hasilnya lumayan bisa nambah bekal sehari-hari sekaligus mencoba menerapkan ilmu yg didapat di kampus,” jelasnya Senin (1/6/2020).

Dirinya menambahkan selain ingin menerapkan apa yang didapat dikampus. ini juga diharapkan bisa menjadi tambahan bekal ditengah wabah covid.

Untuk memulai usahanya feby dan sang adik mengeluarkan modal yang terbilang minim yaitu hanya 250 ribu untuk usahanya tersebut. Meski minim modal rasa dan kualitas dari masakan yang dijual tidak berkurang.

Bahkan orderan setiap harinya semakin bertambah. Saat ditanya apakah dirinya akan tetap melanjutkan setelah covid hilang? Dengan tegas dirinya menjawab lanjut sebab hasil yang sudah didapat membuat dia dan adiknya tambah bersemangat, “Tentu lanjut, soalnya hasil sudah kelihatan jadi kami nanti akan membagi waktu jika semua kembali normal,” tutupnya.

Penulis/editor : Nyoman Darma/Putu Artayasa