Ketua Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid - 19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd dalam jumpa pers online
Ketua Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid - 19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd dalam jumpa pers online

BULELENG, balipuspanews.com – Tim Satgas Penanggulangan COVID -19 Kabupaten Buleleng menetapkan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 437 oranga.

“Saat ini juga sedang dilakukan pemantauan terhadap OTG dengan riwayat perjalanan LN secara kumulatif sebanyak 595 orang. 158 orang diantaranya telah berakhir masa pantau  14 hari sehingga sisa yang masih dipantau oleh puskesmas sampai saat ini berjumlah 437 orang,” kata Ketua Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid – 19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd, Minggu (29/3/2020).

Ia mengatakan adapun rinciannya adalah pekerja kapal pesiar sebanyak 358 orang bertambah 21 menjadi 379 orang, TKI lainnya jumlah 42 orang berkurang 8 menjadi 34 orang, dan WNA berjumlah 58 orang berkurang 40 orang menjadi 18 orang serta pulang dari LN ada 7 berkurang 1 menjadi 6 orang.

perkembangan terkini terkait penyebaran Covid – 19 di Buleleng. Terkait jumlah PDP saat ini yang sedang dirawat di RSUD masih tetap sebanyak 4 orang, yaitu : PDP-3, PDP-6, PDP-7 dan PDP-8.

Jumlah ODP sebelumnya berjumlah 48 orang telah berkurang menjadi 4 orang, 7 orang kontak erat dengan PDP – 6 setelah di Rapid test dengan hasil negatif, namun 1 orang menunjukkan gejala batuk dan ada riwayat demam, masih dikategorikan ODP. 4 orang yang kontak erat dengan PDP- 6 setelah di Rapid test juga hasil negatif, namun 3 orang menunjukkan gejala batuk dan ada riwayat demam, masih dikategorikan ODP.

“Sisanya 5 orang riwayat perjalanan ke LN beralih status menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dirawat di Giri Emas sudah dipulangkan, dilanjutkan dengan karantina mandiri di rumah, 27 orang status ODP nya berakhir karena PDP – 2 dan PDP – 4 yang ada kontak erat dengan yang bersangkutan, hasil PCR nya (polymerase chain reaction) dinyatakan negatif,” ungkap Suyasa.

Sementara itu, perubahan data OTG dari 6 (unsur petugas Rumah Sakit dan kontak erat di lapangan, setelah dilakukan kontak tracing lanjutan dari RSUD sebelumnya 73 orang menjadi 88 orang (bertambah 15 orang dan sudah dirapid test). RS Giri Emas dari 12 orang menjadi 14 orang (bertambah 2 orang dan sudah dirapid test).

“Kontak erat di lapangan 11 orang dengan rincian, 7 orang berstatus OTG dan 4 orang berstatus ODP. Sehingga totalnya menjadi 109 orang,” sambung Sekda Gede Suyasa.

Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng ini juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Buleleng untuk selalu menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan berharap wabah ini segera berlalu.

“Saya terus menghimbau kepada masyarakat agar rajin mencuci tangan dan laksanakan anjuran pemerintah untuk menjaga jarak atau sosial distancing serta kurangi berpergian jika tidak sangat perlu sekali,” pungkas Gede Suyasa.

Update informasi perkembangan penyebaran Virus Korona atau Covid -19, Ketua Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid – 19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd gunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings secara online di ruang kerjanya, Minggu (29/3).

Hal ini dilakukan guna mengurangi dan menghindari kegiatan berkumpul sebagai amanah Pemerintah Pusat dalam menjaga jarak atau Sosial Distancing.

Menurut Gede Suyasa, aplikasi ini sangat efektif digunakan disaat keadaan yang mengharuskan ada jarak dalam setiap kegiatan. Selain itu, aplikasi ini tidak berbayar atau gratis digunakan hanya dengan mengandalkan koneksi internet langsung.

“Ini kali pertama saya melaksanakan jumpers secara online, sangat efektif  dan tentu mudah diakses oleh para awak media,” ucap Suyasa.
(Stu)