JAKARTA, balipuspanews.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2024, terdapat fokus besar pada upaya perlindungan anak di dunia digital. Ini seiring dengan meningkatnya risiko yang dihadapi anak-anak di internet, termasuk perundungan siber, eksploitasi seksual, dan paparan konten berbahaya. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko yang dihadapi anak-anak dan memastikan bahwa mereka dapat memanfaatkan dunia digital secara positif dan aman.
Kemen PPPA menyoroti pentingnya literasi digital bagi anak-anak di era digital saat ini. Literasi digital dianggap krusial untuk melindungi anak-anak dari dampak negatif teknologi, seperti kecanduan internet, kejahatan online, dan kekerasan seksual di dunia maya.
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar menyampaikan fokus pada literasi digital termasuk dalam subtema “Anak Cerdas, Berinternet Sehat” pada peringatan HAN 2024. Melalui literasi digital, anak-anak diharapkan mampu menggunakan internet secara bijak dan menghindari bahaya yang mengintai di dunia maya. Selain itu, Kemen PPPA juga telah melaksanakan berbagai kegiatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran tentang literasi digital di kalangan anak-anak dan orang tua. Program literasi digital ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, penyedia teknologi, dan masyarakat.
Dalam peringatan HAN tahun 2024, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Nahar, menyoroti tantangan utama seperti grooming, sexting, dan judi online yang menjadi perhatian penting, Dalam siaran resminya hari ini.
“Meskipun perkembangan teknologi membawa banyak manfaat, namun dapat membawa dampak negatif, khususnya terhadap anak-anak. Oleh karena itu, fokus pada perlindungan anak dari ancaman-ancaman ini menjadi sangat penting dalam peringatan HAN tahun ini,” kata Nahar di KemenPPPA, pada Jumat (12/7/2024).
Literasi digital menurut Nahar, tidak hanya membantu anak-anak memahami cara menggunakan teknologi dengan aman, tetapi juga memberi mereka pengetahuan untuk mengenali dan <span;>menghindari potensi bahaya yang ada di internet.
“Dengan literasi digital yang baik, anak-anak dapat menggunakan teknologi dengan bijak dan menghindari konten negatif. Lebih dari itu, anak juga diharapkan mampu menjaga kesehatan mentalnya dengan manajemen waktu yang baik antara scrèen time dan screen break, serta memahami screen zone yang aman,” tutup Nahar.
Penulis/editor: Ivan Iskandaria.



