Sabtu, April 13, 2024
BerandaBadungDi KTT G20 Presiden Jokowi Tekankan Paradigma Kolaborasi Sangat Dibutuhkan untuk Selamatkan...

Di KTT G20 Presiden Jokowi Tekankan Paradigma Kolaborasi Sangat Dibutuhkan untuk Selamatkan Dunia

BADUNG, balipuspanews.com– Pada pidato Sesi I Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (15/11/2022) Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa paradigma dan semangat kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia.

“Kita tidak punya pilihan lain. Paradigma kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia. Kita semua memiliki tanggung jawab, tidak hanya untuk masyarakat kita, tetapi juga untuk semua orang di dunia,” ujar Presiden dalam siaran pers yang diterima.

Penegasan disampaikan Presiden Jokowi mengingat dunia saat ini sedang mengalami tantangan luar biasa akibat berbagai krisis, mulai dari pandemi Covid-19, rivalitas yang menajam, hingga perang terjadi.

Berbagai krisis tersebut berdampak terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan yang sangat dirasakan dunia, terutama negara berkembang.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi menegaskan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan itu. Karena bertanggung jawab, menurutnya berarti menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip

Piagam PBB secara konsisten. Bertanggung jawab juga berarti menciptakan situasi win-win, bukan zero-sum.

BACA :  Sukseskan Pilkada Badung November 2024, Ketua DPRD Ajak Warga Jaga Persatuan

“Bertanggung jawab di sini juga berarti kita harus mengakhiri perang. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi dunia untuk bergerak maju. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi sekarang dan mendatang,” ujarnya.

“Kita seharusnya tidak membagi dunia menjadi beberapa bagian. Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lainnya,” imbuhnya.

Presiden menyebut Indonesia memiliki 17.000 pulau, 1.300 suku bangsa, serta lebih dari 700 bahasa daerah. Demokrasi di Indonesia berjalan dari pemilihan kepala desa pada tataran tingkat desa hingga ke pemilihan presiden. Untuk itu, Presiden mendorong agar G20 memiliki semangat dialog yang sama untuk menjembatani perbedaan.

“Sebagai negara demokrasi, Indonesia sangat menyadari pentingnya dialog untuk mempertemukan perbedaan, dan semangat yang sama harus ditunjukkan G20,” tegas Presiden Jokowi.

Penulis: Hardianto
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular