Minggu, November 1, 2020
Beranda Bali Jembrana Di "Peken" Wabup Kembang Beli Sayur Gondo

Di “Peken” Wabup Kembang Beli Sayur Gondo

NEGARA,balipuspanews.com- Setelah pertokoan di revitalisasi, pedagang di pertokoan depan pasar Gilimanuk sudah mulai berjualan kembali. Dengan selesainya pertokoan di bagian depan itu, secara umum pasar Gilimanuk sudah selesai direvitalisasi.

Untuk melihat kondisi pasar Gilimanuk pasca revitalisasi yang dilakukan bertahap selesai, Wakil Bupati (Wabup) I Made Kembang Hartawan Selasa (17/12) datang ke pasar Gilimanuk. Kembang bersama pejabat lainya langsung masuk untuk melihat kondisi pasar pasca selesai di revutalisasi.

Sambil berkeliling Kembang menyempatkan diri untuk berbelanja sambil mendengar masukan dari pedagang. Kembang membeli sayur gondo, pare, ikan asin dan juga nangka.

Setelah berkeliling didalam pasar, kembang kemudian melihat pertokoan didepan pasar yang menjadi pasar oleh – oleh yang selesai di renovasi pada 15 November lalu. Kepada Kembang pedagang di pasar oleh-oleh, mengaku sangat senang dengan renovasi tersebut.

“Saya sudah berdagang dari tahun 2001, sesudah renovasi saya merasa senang dan merasa nyaman berjualan disini,” ujar Aruati yang berjualan berbagai souvenir khas Bali.

Dibanding sebelumnya, pasar yang diisi 33 kios tersebut menurut Ariati kurang nyaman, kurang bersih dan kurang rapi. Dengan renovasi ini dia berharap akan lebih banyak pembeli yang mau mampir, terlebih sudah mau mendekati musim libur Natal dan Tahun Baru.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab atas renovasi ini” imbuhnya.

Usai keliling Kembang menyampaikan penjualan oleh oleh memang sangat menjanjikan seperti yang disamapikan pedagang kedapa diirinya. Beberapa pedagang saat sepi saja omzetnya bisa mencapai Rp 500 ribu bahkan kalau ramai mencapai Rp 2 juta sehari.

“Mudah mudahan tempat ini akan semakin ramai kedepannya. Dan nantinya tempat tersebut terintegrasi dengan pusat kuliner di seberangnya. Seusai belanja, pelancong bisa ke pusat kuliner,” ucapnya.
Kembang juga mengigatkan agar kebersihan pasar tetap dijaga. Kebersihan pasar bukan saja menjadi tanggungjawab petugas kebersihan tetapi tanggung jawab semua pedagang di pasar. “Untuk membiasakan menjaga kebrsihan nanti sebulan sekali semua pedagang diajak melakukan bersih-berish. Dengan cara itu maka perlahan mereka akan merasa bertanggungjawab dengan kebersihan dan malu untuk membuang sampah sembarangan,” ungkapnya. (nm/bpn/tim)

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Di Buleleng, Polisi Tetapkan 10 Orang Tersangka

BULELENG, balipuspanews.com - Proses pengungkapan kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang terjadi pada Minggu (11/10/2020) dan Senin (12/10/2020) di lima tempat berbeda akhirnya...
Member of