Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaNasionalJakartaDialog Capres Prajaniti: Ganjar Pastikan Tak Ada Diskriminasi Umat Hindu dalam Pengisian...

Dialog Capres Prajaniti: Ganjar Pastikan Tak Ada Diskriminasi Umat Hindu dalam Pengisian Jabatan Publik

JAKARTA, balipuspanews.com – Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo memastikan tidak ada diskriminasi terhadap umat Hindu jika ia dipercaya memimpin Indonesia ke depan.

Kepastian ditegaskan Capres Nomor Urut 3 di Pemilu Presiden 2024 ini dalam Dialog Capres Pilpres 2024 pada Mahasabha IV Prajaniti Hindu Indonesia di Jakarta, Sabtu (18/11/2024).

Ganjar yang masih berada Makassar, Sulawesi Selatan hadir dalam dialog secara hybrid.

Mahasabha IV Prajaniti Hindu Indonesia diselenggarakan selama 3 hari dari 17 hingga 19 November 2023 dengan tema ‘Kerja Keras dan Kerja Cerdas Menuju Indonesia Emas’.

Dialog Capres Prajaniti Hindu Indonesia juga mengundang dua capres lainnya yaitu Capres Nomor Urut 1 Anies Rasyid Baswedan dan Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto.

Penegasan disampaikan Ganjar menjawab pertanyaan yang diajukan Ketua Umum DPP Prajaniti Indonesia, KS Arsana yang merasa masih adanya diskriminasi terhadap umat Hindu sebagai kelompok masyarakat minoritas di tanah air.

Menurut KS Arsana, meski diakui sebagai warga anak bangsa, namun dari pengalaman selama ini,umat Hindu seperti dianaktirikan. Ia mengungkap seperti pendirian rumah ibadah, kerapkali umat Hindu dihambat dalam proses pelaksanaannya.

BACA :  Buruh Proyek Gasak Motor Scoopy di Pinggir Jalan

“Kemudian dalam pengisian posisi jabatan publik di kenegaraan. Ada semacam diskriminasi, hanya pada jabatan tertentu saja. Padahal potensi dan kemampuan teman-teman kami tidak kalah dengan warga bangsa yang lain. Mohon pengertian kira-kira seperti apa sih sikap Bapak sebagai pemimpin, kalau bapak nanti terpilih terhadap umat Hindu dalam kehidupan bernegara?” tanya KS Arsana kepada Ganjar Pranowo.

Menjawab persoalan itu, Ganjar Pranowo menegaskan semua pihak pada dasarnya sudah sepakat bahwa tidak sekat-sekat bagi semua kelompok dan lapisan masyarakat dalam ikut serta membangun dan menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Soal pendirian rumah ibadah, Ganjar mencontoh, ketika ia masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, ia justru berupaya agar umat Hindu di Jawa Tengah dan umat Hindu di tanah air dapat menjalankan ibadahnya secara maksimal.

Sebagai wujud konkritnya, ia mengusulkan dan berupaya mewujudkan keinginan umat Hindu agar Candi Prambanan bisa dijadikan rumah ibadah dan menjadi pusat ibadah umat Hindu di seluruh dunia.

“Itu yang saya kasih contoh, memberi akses lebih banyak bagi umat Hindu untuk tempat-tempat beribadah. Termasuk dari umat agama apapun. Maka sebenarnya itu wujud konkrit. Ke depan diskriminasi tidak boleh,” tegasnya.

BACA :  Tak Kuat Nanjak,Truk Bermuatan Pasir Terjun ke Jurang

Begitu juga dengan pengisian jabatan publik dalam struktur ketatanegaraan bagi umat Hindu, Ganjar menambahkan hal itu juga merupakan hak dari setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi.

Dari dua kali pengalamannya mengikuti pilkada gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, Ganjar mengungkapkan ia tidak pernah berupaya merebut kemenangan dengan menunjukkan isu-isu SARA. Komitmen yang tunjukkan justru pada upaya menjalankan kehidupan beragama dengan bebas, bahwa golongan yang berbeda memiliki hak sama.

“Kemudian kita tidak boleh melakukan diskriminasi dalam jabatan, termasuk di sekolah. Siswa siswi harus mendapat guru agama dari guru agama masing-masing,” ucap Ganjar.

Sementara itu, menjawab pertanyaan yang diajukan Ida Pandita Agung Putra Nata Siliwangi Manuabayang yang bertanya berapa persen keterwakilan umat Hindu di kabinet jika nanti dipercaya menjadi Presiden RI, Ganjar Pranowo menjawab diplomatis.

“Saya tidak bisa menjanjikan dengan persentase. Karena persentase itu bisa lahir dari kompetensi apa saja. Dan ini berlaku untuk seluruh umat agama,” ucap Ganjar.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

BACA :  Selidiki Helikopter Jatuh, Tim Investigasi Turun ke Lokasi
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular