Dianggap Sakit, 13 Koperasi di Klungkung Diusulkan Bubar
Kadiskop Perindag UKM Wayan Ardiasa.

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Kewajiban Pengurus Koperasi untuk melakukan RAT setiap penutup tahun merupakan sebagai bentuk pertanggung jawaban Pengurus Koperasi kepada anggotanya.Beberapa koperasi di Klungkung sudah banyak yang melakukan rapat anggota tahunan. Dari total 141 koperasi di Klungkung, tidak aktif 26 koperasi diantaranya dalam keadaan tidak sehat,malah ada 13 Koperasi diferifikasi diusulkan kepusat untuk dibubarkan.

” Kami sudah rutin lakukan pembinaan ke Koperasi, dan hingga saat ini dari total 141 Koperasi yang ada ,sekitar 26 koperasi yang tidak aktif atau dalam keadaan sakit, dan dari jumlah itu ada 13 Koperasi yang diferifikasi diusulkan kepusat untuk dibubarkan” ujar KadisKoperindag UKM Klungkung Wayan Ardiasa Rabu(5/2) tegas.

Menurutnya koperasi yang tidak aktif tersebut, sudah beberapa tahun berturut-turut tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT),

Meskipun demikian, menurutnya jumlah tersebut tidak terlalu signifikan. Di Klungkung pun ada beberapa Koperasi yang juga berkembang pesat, salah satunya Koperasi Pasar Srinadi Klungkung. Koperasi tersebut menjalankan 9 bidang unit usaha dan memiliki aset mencapai Rp 261 miliar. Anggota pun sebanyak 13.068 orang, dan menjadikannya salah satu Koperasi terbesar di Bali saat ini.

Malah Koperasi besutan mantan Manager yang kini menjabat Bupati Klungkung Nyoman Suwirta ini bakal eksfansif dibidang usaha lain yang dipastikan akan membawa keuntungan bagi anggotanya.

“Pertengahan tahun 2020, rencananya sudah bisa launching dan beroperasi unit usaha akomodasi wistaa kami.. Kami sudah rancang pendiriannya di sekitar di sekitar kolam Wisata Tirta Srinadi,” Ujar Ketua Pengurus Koppas Srinadi Klungkung, Ngakan Made Nata, ditemui usai RAT (Rapat Anggota Tahunan) di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Senin (27/1) lalu.

Menurutnya Kopas Srinadi sedang berencana menggarap sektor akomodasi pariwisata, karena melihat peluang ini cukup besar di Klungkung. Sebab, dari banyak kegiatan pemerintahan di Klungkung maupun kunjungan pariwisata, rata-rata tamu pemerintah daerah maupun wisatawan memilih menginap di Kota Denpasar.

“Rencana mau buka enam kamar saja dulu. Sambil melihat bagaimana perkembangannya,” sebutnya.

Dirinya mengaku tidak berani terlalu berinvestasi besar-besaran di bidang akomodasi ini. Terlebih, melihat perkembangan pariwisata yang tidak menentu. Tidak sedikit pengusaha yang mandeg dan gagal saat terjun ke bisnis ini. Namun dengan adanya masalah besar penyebaran virus Corona yang menghantui dunia pariwisata saat ini ,bisa diduga program investasi yang dicanangkan tersebut akan terbentur hal tersebut untuk sementara sampai dunia pariwisata kembali pulih. (Roni/bpn/tim)