Pengangon bebek atau pemelihara itik yang merasa ditipu
Pengangon bebek atau pemelihara itik yang merasa ditipu
sewa motor matic murah dibali

JEMBRANA, balipuspanews.com- Pengangon dan peternak dari Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, mengancam akan melaporkan AKY warga Lelelateng, Negara ke polisi. Ancaman itu dikeluarkan karena mereka merasa tertipu oleh penyalur tenaga kerja itu.

Dugaan penipuan ini berawal pada pertengahan tahun 2018 lalu IB M asal Penyaringan mendatangi mereka dan menawarkan pekerjaan atas permintaan AKY yang mengaku punya bos dan akan membangun proyek villa di Afrika. Untuk membangun villa itu AKY diminta mencari tenaga kerja sebagai buruh bangunan sebanyak-banyaknya dari Bali.

Bahkan AKY menjanjikan jika mendapat calon TKI akan mendapat fee Rp 500 ribu-Rp 1 juta. Namun setelah belasan warga yang sehari-jari sebagai peternak dan pengangon bebek mendaftar dan menyerahkan uang, hingga kini bereka belum diberangkatkan.

Saat berkumpul di salah satu rumah warga Selasa (14/5) I Made Ogita,30, salah satu perwakilan belasan pengangon bebek itu mengatakan IB M berhasil merekrut 7 orang warga Tembles dan diseluruh Desa Penyaringan saja sebanyak 13 orang. “Kalau se-Jembrana ada 54 orang yang direkrut,” ujarnya.

Mereka dijanjikan berangkat pada Juni 2018 dan sempat mengadakan pertemuan dua kali dengan A KY. Mereka juga diminta membayar Rp 6.250.000 per orang untuk PJTKI, paspor dan lainya. Setelah paspor selesai namun mereka tidak kunjung diberangkatkan.

“Gagal berangkat pertama kami dijanjikan berangkat bulan Juli Tapi gagal lagi. Terakhir dijanjikan habis Pemilu tetapi sampai sekarang tidak berangkat,” ungkapnya.

Karena pemberangkatan selalu gagal dan A KY selalu ingkar janji sehingga mereka meminta bantuan mediasi pada seorang warga. Kemudian dilakukan pertemuan dua kali dengan A KY dan dijanjikan pengembalian uang pada 30 April lalu pada 7 Mei 2019 tetapi tetap tidak ditepai.Lantaran gagal berangkat mereka menuntut uang mereka Rp 6.250.000 dikembalikan. Jika dalam waktu seminggu ini uang mereka tidak dikembalikan mereka akan melapor ke polisi.Ogita sempat menanyakan dan dikatakan sudah disetor ke Afrika namun tiak ada bukti.

” Kami tidak sabar lagi. Kami semua hanya pengangon bebek dan uang juga hasil minjam dari rentenir dengan bunga 5 persen. Kekarang dikejar-kejar hutang. Kami minta kembalikan Rp 5 juta saja per orang. Sisianya sudah untuk administrasi,” tandasnyaSementara Ajik KY yang berusaha dikonfirmasi lewat ponselnya tidak diangkat. (nm/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here