Mantan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata (kiri) kini melakukan upacara maduwijati dan bergelar Ida Bhagawan Blebar Gianyar dengan nabe Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh (kanan) dari Geriya Prapita Maha Manuaba, Desa Siangan, Gianyar di Puri Gianyar, Selasa (16/7). - Foto: ISTIMEWA
sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, balipuspanews. com – Mantan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata menjadi upacara mediksa, maduwijati di Merajan Puri Gianyar, Selasa (16/7).

Sebagai nabe  atau guru Anak Agung Gde Agung  Bharata, Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh dari Geriya Prapita Maha Manuaba, Desa Siangan, Gianyar. Kini mantan Bupati Gianyar 10 tahun itu bergelar Ida Bhagawan Blebar Gianyar.

Nabe Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh dari Geriya Prapita Maha Manuaba, Desa Siangan, Gianyar ditemui usai mediksa mengatakan dirinya selaku gurunya tetap menggunakan landasan sastra, baik tentang pediksaan, ataki-taki asawa Dharma.

Prosesnya dari awal matur piuning di Merajan yang menyatakan diri, pasrah akan menjadi seorang meduwijati.

Selanjutnya minta jatu karya, negtegan, nuhur pakuluh, selanjutnya  upacara suci laksana.

Dikatakan, Agung Bharata nama pangilan sebelum maduwijati melakukan penyucian awal di segara  (laut) di Pantai Masceti dan Gunungnya di Tampaksiring.

Selanjutnya mapinton amati raga dan puncak Pediksaan pada purnama Kasa, Selasa (16/7).

Menurut nabe Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh setelah mediksa atau maduwijati, selanjutnya proses belajar.

Sesuai sastra yang ada 3 hari setelah upacara maduwijati, Ida Bagawan Blebar Gianyar akan datang ke Geriya nabenya ngaturang jauman. Pada saat itu, nabe akan memberikan arga patra, weda marikrama, puja dengar dana.

“Sebenarnya di Puri Gianyar sudah punya pegangan sendiri tentang puja yang namanya Puja Jenar Dana,”ujar Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh.

Menurut, Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh, Ida Bhagawan Blebar Gianyar kini sebagai seorang wiku. Seorang wiku akan  terikat oleh sesana kewikuan. Sesana mengatur cara berpikir, berkata dan berbuat.Cara berpakaian cara hormat kepada nabe, tata lungkuh (sesana menurut lungguh),

“Itu semuanya diatur dalam sesana,”katanya.

Termasuk makanan, duduk tidak boleh sembarangan.

“Intinya memperjuangkan kesucian,”kata Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh.

Ida Pendanda Jelantik Wayahan Dauh mengaku Ida Bhagawan Blebar Gianyar merupakan  nanak yang ke-3.

Sementara Ketua Panitia, Anak Agung Alit Asmara menyampaikan ucapan  terima kasih kepada semua pihak yang telah menghadiri dan menykasikan upcara diksa padiksa, maduwijati Agung Bharata.

“Dengan beliau maduwijati bisa mempersiapkan diri kepada umat,”harap Agung Alit Asmara.

Disinggung soal siapa diundang dan berapa orang?. Ketua MMDP Gianyar ini mengaku mengundang sekitar 500 orang termasuk undangan  kepada Megawati  Soekarnoputri, sejumlah Bupati, sejumlah Ida Pendanda dari Kabupaten Gianyar.

“Megawati diundang karena Megawati pernah berpesan kepada Agung Bharata agar melaksanakan maduwijati.Sehingga  Agung Bharata mengikuti arahan Ibu Megawati,”jelas Agung Alit Asmara seraya menambahkan pengalaman beliau (Agung Bharata)  pernah dieksekutif, legislatif dan sekarang sedang menyiapkan diri untuk bhiksuka.(catur/bpn/tim).