Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaKlungkungDiduga Beban Tugas Daring, Oknum Guru di Klungkung Mencoba Bunuh Diri

Diduga Beban Tugas Daring, Oknum Guru di Klungkung Mencoba Bunuh Diri

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Salah Seorang guru SMP Negeri di Kabupaten Klungkung dengan inisial IPS,57, melakukan percobaan bunuh diri dengan meminum racun nyamuk, Senin (23/8/2021).

Dugaan sementara, guru ini melakukan aksi tersebut karena adanya beban pekerjaan sekolah yang semuanya dilakukan dengan sistem daring yang membuatnya panik dengan tugas seperti itu.

Kejadian percobaan bunuh diri ini dibenarkan oleh Kapolsek Banjarangkan AKP Nicolaus Ruing. Dirinya menuturkan korban salah seorang guru PNS di salah satu SMP Negeri di Klungkung.

“Korban IPS,57, ditemukan istrinya mencoba bunuh diri dengan minum cairan obat nyamuk didalam mobil Katana miliknya,” ujar AKP Nico Ruing menyayangkan.

Adapun saksi yang mengetahui kejadian tersebut Ni Wayan Suarniti,55, yang juga juga seorang Guru PNS.

Lebih jauh AKP Nico Ruing menuturkan awal mula kejadian percobaan bunuh diri terjadi pada Senin (23/8/2021) sekitar pukul 07.30 WITA, dimana saat itu yang bersangkutan berangkat menuju sekolah tempatnya bekerja dengan mengendarai mobil Suzuki Katana.

Selang sekitar 2 jam kemudian, istrinya menelpon dan menanyakan lokasi korban saat ini. Oleh korban di sampaikan bahwa dirinya sudah sampai di Goa Jepang kembali dari sekolah karena tidak ada siapa dan dia juga menyampaikan bahwa dirinya sudah minum racun nyamuk.

BACA :  Skate Park Lumintang Segera Rampung, Ditargetkan Awal Agustus Bisa Digunakan

Mendengar perihal korban minum racun ini, membuat istrinya panik. Dan istrinya ke lokasi  menyusul hingga sampai di TKP didapatinya suaminya sudah lemas tersandar dalam jok mobil dan mobil dalam keadaan terparkir dan terkunci.

“Setelah di gedor pintu baru di bukak kondisinya sudah lemas, akhirnya yang bersangkutan di bawa ke Rumah sakit Graha Bhakti Medika, Negari Banjarangkan dengan menggunakan ambulan Kris. Korban sempat dirawat dan kini korban sudah diperbolehkan pulang,” tutur AKP Nico Ruing.

AKP Nico mengatakan aksi korban minum racun nyamuk ini motifnya masih belum pasti, namun dugaan dari pihak saksi dan sekaligus sebagai istri korban diduga karena adanya beban pekerjaan sekolah yang semuanya di lakukan dengan sistem internet yang membuatnya panik dengan tugas seperti itu.

Sementara itu, istri korban yang juga menjadi saksi, Ni Wayan Suarniti,55, menyatakan korban (suaminya,red) sudah diperbolehkan pulang dan sudah pulih kembali. Katanya selama tiga hari dia tidak bisa tidur.

“Suami tiang memang ada beban tugas yang sudah mau dibantu Kepala sekolah susah tiang jelaskan kok sampai nekat begitu,” ujar Ni Wayan Suarniti rada bingung.

BACA :  Beras CPP Kembali Disalurkan kepada Belasan Ribu KPM 

Penulis : Roni
Editor : Budiarta

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular