Minggu, Juli 21, 2024
BerandaJembranaDiduga Ditipu Laki-Laki, Pedagang Bunga Gantung Diri

Diduga Ditipu Laki-Laki, Pedagang Bunga Gantung Diri

JEMBRANA, balipuspanews.com– Seorang ibu rumah tangga (IRT) warga Desa Pohsanren, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Kamis (17/8/2023) dinihari ditemukan tergantung didalam kamarnya.

NKLY,27, yang sehari-hari berjualan bunga itu memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri setelah curhat dengan adik kandungnya kalau dirinya ditipu oleh seorang laki-laki.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Putu Suarmadi, menjelaskan, awalnya pada Rabu (16/8/2023) NKLY sekitar pukul 17.00 Wita, pamit kepada NMD,49, orang tuanya untuk mencari bunga.

Lalu sekitar pukul 23.30 Wita korban pulang kerumah dan sempat ngobrol dengan adiknya IKAJ, 20, didalam kamar adiknya itu yang bersebelahan dengan kamar korban. Saat itu korban Curhat dengan mengatakan kecewa karena ditipu sebesar Rp 2 juta oleh seorang laki-laki.

“Dimana saat menceritakan hal tersebut saksi mencium bau alkohol dari mulut korban,” ujarnya.

Setelah selesai ngobrol, 5 menit kemudian korban masuk ke dalam kamarnya, sedangkan saksi pergi kekamar mandi untuk mandi. Selesai mandi saksi kembali masuk ke dalam kamarnya.

Sekitar pukul 00.30 Wita, teman korban, DS yang diketahui berasal dari Desa Penyaringan datang dan memberitahukan kepada keluarga korban bahwa dirinya sempat di telepon via vc oleh korban yang mana menyatakan ingin bunuh diri.

BACA :  Bentengi Diri dari Tantangan Globalisasi dan Dinamika Politik dengan 4 Pilar MPR RI

Setelah mendapat pemberitahuan itu merrka bersama-sama berisaha masuk kekamar korban dengan mendobrak pintu yang terkunci dari dalam. Setelah pintu berhasil didobrak dilihat korban telah tergantung di kusen jendela dengan menggunakan kain selendang motif warna-warni.

Mereka kemudian melepaskan ikatan dan mencoba memberikan pertolongan terhadap korban serta merebahkan korban di atas kasur.
Setelah itu orang tua korban menghubungi Bhabinkamtibmas Pohsanten dan melaporkan ke Polsek Mendoyl.

Dari hasil olah TKP tim identifikasi Polres Jembrana dan pemeriksaan Oleh Tim Medis Puskesmas I Mendoyo, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya di tubuh korban.

“Korban murni meninggal dunia karena gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainya. Atas peristiwa tersebut dari pihak keluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan sudah menerima dengan ihklas atas meninggalnya korban karena gantung diri,”jelasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular