Minggu, Juli 21, 2024
BerandaDenpasarDiduga Edarkan Narkoba, Sopir Freelance Diringkus Polresta Denpasar

Diduga Edarkan Narkoba, Sopir Freelance Diringkus Polresta Denpasar

DENPASAR, balipuspanews.com – Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar mengamankan sopir freelance berinisial RM,27, karena terlibat peredaran narkoba. Dia tertangkap saat bertransaksi dengan sistem tempel di kawasan Jalan Ahmad Yani, Denpasar Utara.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas didampingi Kasatresnarkoba AKP Mirza Gunawan, tersangka RM ditangkap karena ditenggarai sering mengedarkan narkoba di TKP.

Dalam penyanggongan anggota resnarkoba, diperoleh informasi ada pria berbadan gempal dengan gerik mencurigakan. Dia lantas dibekuk di areal parkir salah satu restoran, Denpasar Utara pada Minggu (4/9/2022) sekira pukul 14.30 WITA.

“Saat digeledah ditemukan sebuah plastik klip sabu seberat 99,83 gram,” ujar Kombes Bambang, Selasa (6/9/2022).

Dari hasil interogasi, tersangka RM diduga mengedarkan narkoba dengan sistem tempel. Pihaknya juga menggeledah rumah kos tersangka di Seminyak, Kuta.

Dalam penggeledahan itu kembali ditemukan barang bukti narkoba jenis lain, yaitu ekstasi sebanyak 144 pil dengan berat 54,21 gram. Ada juga alat hisap bong yang digunakan oleh tersangka untuk mengkonsumsi narkoba juga.

BACA :  DPR Ingatkan 4 Hal Harus Ada agar Kualitas Pilkada Dinilai Baik

Kepada penyidik, pria asal Lumajang, Jawa Timur itu mengaku barang haram tersebut adalah milik seseorang yang biasa dipanggil J. Ia mengenal orang itu melalui WhatsApp.

“Pemasok barang bernama J masih kami dalami keberadaanya,” ujarnya.

Perwira melati tiga dipundak itu menerangkan tersangka bertugas sebagai kurir atau pengedar dengan upah Rp 50 ribu sekali tempel. Selama sebulan di Bali, Rafli sudah dua kali melancarkan aksinya. Ini nekat ia lakukan dengan alasan ekonomi.

“Pelaku disangkakan Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” tandasnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular