WNA asal Korea diamankan polisi karena diduga hendak curi makanan
WNA asal Korea diamankan polisi karena diduga hendak curi makanan

DENPASAR, balipuspanews.com- Diduga tidak punya uang dan kelaparan, seorang wisatawan asal Korea berinisial KJH, 33, dipergoki sedang mengendap-endap di restoran Bebek D’Uma yang terletak di Jalan Tukad Balian, Panjer Denpasar Selatan.

Karena gelagatnya mencurigakan, satpam dan warga setempat menggiring KJH ke Polsek Denpasar Selatan.

Pemilik restoran D’Uma, Ketut Yudi Yudiani menerangkan, wisatawan Korea itu diamankan satpam, pada Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 02.00 dinihari. Awalnya satpam melihat KJH yang saat itu mengenakan baju putih masuk dari pintu depan.

Setelah memantau lokasi sekitar, dia mengendap-endap masuk ke dalam restoran D’Uma. Satpam sengaja  membiarkannya masuk, tapi tetap mengawasi.

“ Dia santai masuk, lalu saat berada di dalam restoran langsung diamankan. Saat ditanya dia mengaku nyasar dan mencari kosannya,” ujar Yudiana dilokasi.

Yudiana mengakui, KJH tidak ada mengambil apa-apa di restoran miliknya. Sehingga dia tidak akan memprosesnya secara hukum.

“ Saya masih manusiawilah. Lagian dia juga belum sempat ambil apa-apa,” bebernya.

Namun pengakuan KJH nyasar dan mencari kosannya sepertinya tidak masuk akal. Sebab, berdasarkan hasil pengecekan rekaman CCTV restoran, dia juga pernah datang ke restoran Bebek D’Uma yang terletak di Jalan Tukad Badung, pada Senin (13/1/2020) lalu.

Terlihat di rekaman CCTV, KJH masuk dari belakang restoran lalu menuju ke dapur dan sempat mengambil makanan. Tak hanya itu, dia juga sempat membuka brankas namun tidak bisa dibuka.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya membenarkan KJH sudah diamankan dan masih diperiksa. Namun pihaknya tidak menemukan barang bukti ada padanya.

“ Dia tidak ada mengambil apa-apa di restoran tersebut, baru masuk ke pekarangan saja. Keterangannya masih didalami,” ujarnya Jumat (17/1/2020).

Mantan Kapolsek Kuta ini kembali menerangkan, pihaknya akan berkoordinasi ke sejumlah Polsek untuk mengecek apakah ada laporan serupa terhadap KJH. Selain itu, pihaknya masih menunggu penerjemah dari Konsulat Korea untuk menginterogasinya.

Kompol Wirajaya menegaskan, pihaknya untuk sementara akan mengamankan KJH selama 1×24 jam.

“ Kalau tidak ada laporan, kami akan berkoordinasi ke Konsulat Korea, apakah dikembalikan ke konsulat atau dipulangkan,” ucap mantan Kapolsek Ubud Gianyar ini. (pl/tim/bpn)